METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di kawasan Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, hangat dan seru.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman yang mendukung Argentina tak luput mendapat ledekan dari anak-anak muda pendukung Spanyol. Bahkan mereka sampai selebrasi di depan Sukirman.
Sukirman hadir bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, duduk lesehan bersama ribuan penonton.
Di antara jajaran Forkopimda, hanya Sukirman yang mengenakan jersey Argentina. Kapolres, Dandim, dan Kejari mengenakan jersey Spanyol.
Kepercayaan diri Sukirman masih tinggi sebelum kick off. Wajahnya sumringah. Ia memprediksi Argentina menang 2-0.
Saat diminta pembawa acara menyapa penonton, Sukirman bergurau meledek pendukung Spanyol.
"Mana pendukung Argentina? Mana pendukung ...?"
Saat mengucapkan kata "Spanyol", Sukirman menyembunyikan mic (mikrofon). Disambut tawa pendukung Argentina, tapi mengundang sorakan "huuu" dari pendukung Spanyol.
Nasib ternyata tidak memihak Sukirman. Spanyol bermain dominan. Argentina seperti lumpuh, sulit keluar dari kurungan tiki-taka Spanyol.
Sukirman tampak cemas sepanjang laga berlangsung. Sesekali disenggol Kapolres dan dilirik Dandim saat Spanyol menciptakan peluang gol. Kejari lebih banyak tersenyum dan tertawa.
Puncaknya ketika terjadi gol. Belasan penonton yang duduk di dekat layar lari menuju Sukirman.
Mereka semua remaja. Melakukan selebrasi dengan berbagai ekspresi. Ada yang melepas kaos dan tiduran tepat di depan Sukirman duduk.
Sukirman hanya bisa tertawa dan memegang kepala. Wajahnya memerah. Kapolres malah merangkul Sukirman dan memintanya melihat si remaja itu.
Sukirman geleng-geleng sambil tertawa kecut. Selebrasi itu seperti balasan mereka atas ledekan Sukirman sebelum laga dimulai.
Sukirman kembali duduk menyaksikan laga berlanjut. Wajah cemasnya tak bisa disembunyikan.
Posisi duduknya berubah, tidak bersila lagi seperti sebelum gol. Ia selonjor dan menyangga tubuh dengan kedua tangan ke belakang.
Tapi Sukirman juga bisa selebrasi. Tepatnya ketika gol ketiga Spanyol yang dianulir wasit. Begitu remaja-remaja tadi selebrasi, Sukirman lantas berdiri menghadap mereka dan menyilangkan tangan. "Off side. Off side," seru Sukirman. Momen seperti ini juga terjadi saat gol pertama Spanyol dianulir.
Mendekati akhir laga, Sukirman kembali menerima serangan sorakan pendukung Spanyol. Sukirman tetap tertawa, tapi wajahnya lebih merah dari sebelumnya.
Sukirman merebah kecewa ketika peluit panjang berbunyi. Tim favoritnya resmi kalah. Remaja-remaja tadi selebrasi lagi menuju Sukirman.
Sukirman lantas berdiri dan menyambut ekspresi mereka. Tentu saja dengan senyum kecewa dan wakah memerah. Alih-alih menyingkir dari kerumunan, Sukirman malah ikut jinggrak-jinggrak. Merangkul beberapa remaja pendukung Spanyol dan melayani permintaan mereka untuk berfoto.
"Iya, alhamdulillah kami bisa akrab dengan masyarakat. Saya melihat ekspresi mereka luar biasa. Kami senang, happy, meskipun Argentina kalah," katanya.
Melihat antusiasme masyarakat, Sukirman mengaku terdorong untuk menggelar nobar lagi dalam kesempatan lain.
Sementara itu Ghofur, salah satu penonton asal Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, mengaku senang bisa hadir di acara nobar. "Senang kalau ada nobar begini. Tadi sempat foto dengan Pak Kirman juga, walaupun tim kesukaannya kalah," ucapnya. (nra/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan