Kuliner Pinggir Jalan, Pindang Tetel Bu Yati Penuh Cita Rasa Namun Ramah di Kantong

Magang • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:03 WIB
MURAH DAN ENAK : Pindang Tetel, kuliner khas Pekalongan yang disajikan dengan tetelan sapi dan lontong, selalu dicari saat kondisi lapar. (MAULIDA USNA AULIA/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
MURAH DAN ENAK : Pindang Tetel, kuliner khas Pekalongan yang disajikan dengan tetelan sapi dan lontong, selalu dicari saat kondisi lapar. (MAULIDA USNA AULIA/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pindang Tetel, kuliner khas Pekalongan yang disajikan dengan tetelan sapi dan lontong, selalu memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. 

Salah satu lapak yang konsisten menjaga cita rasa kuliner tradisional ini adalah lapak Pindang Tetel Bu Yati, yang berlokasi strategis, depan Puskesmas Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Bu Yati, 50, mengaku sudah berjualan Pindang Tetel sekitar 3 tahunan lebih. Sebelum menetap di lapak depan Puskesmas Kajen, ia sempat berjualan makanan ringan di sekitar Pasar Kajen.

Suasana di sekitar lapak Bu Yati juga selalu ramai. Ini berbeda dengan kawasan Pasar Kajen yang cenderung padat.

Bu Yati memilih berjualan di tepi jalan depan Puskesmas Kajen, karena lebih nyaman dan belum ada kompetitor serupa.

Alasan utama kuliner ini tetap diburu oleh masyarakat adalah harganya yang sangat merakyat.

Cukup dengan merogoh kocek Rp 10.000, pembeli sudah bisa menikmati satu porsi Pindang Tetel plus lontong yang mengeyangkan.

"Ada pindang tetel, lontong tahu, kuluban, semuanya serba sepuluh ribu, kenyang makan di sini," ujar Bu Yati, Senin 20 Juli 2026.

Lapak Pindang Tetel Bu Yati buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

Bagi warga Kajen dan sekitarnya, makan siang murah dan mengenyangkan cukup datang ke area Puskesmas Kajen.

Ditambah aroma dan kelezatan daging dan tetelan yang dipadukan kuah hitam itu menjadi satu, menambah perut terasa semakin keroncongan.

Untuk terus menjalankan usahanya di bahu jalan, Bu Yati taat membayar retribusi karcis resmi berkisar Rp 2000 hingga Rp 3000.

"Iya, kalo di sini ada karcis resmi, kalo nggak salah dua ribu atau tiga ribu, tapi resmi untuk jualan di sini," ungkapnya. (maulida.usna.aulia/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
kuliner jalanan cita rasa enak murah meriah kabupaten Pekalongan