METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menanti perbaikan jalan menuju kawasan Ekowisata Mangrove Mulyoasri.
Permohonan itu mendesak mengingat jalan tersebut selama ini juga menjadi akses utama masyarakat.
Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Banawa Sekar, Ridho, mengatakan kondisi jalan menuju kawasan wisata mangrove perlu segera mendapat perhatian.
Menurut dia, perbaikan akses tidak hanya memudahkan aktivitas warga, tetapi juga mendukung pengembangan sektor pariwisata di kawasan pesisir.
"Jalan itu dipakai warga sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju Ekowisata Mangrove Mulyoasri. Kami meminta itu segera diperbaiki supaya mobilitas masyarakat maupun wisatawan lebih mudah," ujarnya.
Selain infrastruktur jalan, warga mengusulkan perbaikan sekaligus peninggian tanggul permanen di Sungai Sengkarang.
Baca Juga: Besok Kamis 23 Juli, Fadia Arafiq Akan Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Semarang
Keberadaan tanggul dinilai penting untuk mengurangi ancaman banjir, rob, dan abrasi yang selama ini kerap berdampak pada permukiman warga maupun kawasan mangrove.
"Kami berharap tanggul bisa diperbaiki dan ditinggikan agar lebih kuat menahan banjir, rob, maupun abrasi yang sering terjadi," katanya.
Aspirasi sudah diajukan dalam forum Wadul Dewan saat Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Harun Abdul Hafidz kunjungan ke Mulyorejo, Jumat (17/7/2026) lalu.
Dalam forum tersebut, masyarakat juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pengembangan Ekowisata Mangrove Mulyoasri.
Dukungan itu diharapkan mencakup peningkatan sarana dan prasarana, penguatan upaya konservasi mangrove, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi berbasis pelestarian lingkungan. (nra/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan