METROPEKALONGAN.COM. Kajen-Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat kesiapan seluruh unsur menghadapi potensi bencana yang dipicu musim kemarau, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gagal panen.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman musim kemarau yang diperkirakan semakin meningkat akibat fenomena El Nino.
"Beberapa waktu lalu kita bersama Kapolres dan Dandim telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak. Saat ini kita harus meningkatkan kesiapsiagaan karena ancaman kekeringan, kebakaran hutan, hingga gagal panen mulai meningkat," tegasnya. ,
Sukirman mengungkapkan, pemerintah daerah telah melakukan langkah antisipasi, salah satunya dengan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami kekeringan, termasuk di tiga dukuh di Kecamatan Sragi pada pekan sebelumnya.
Menurut Sukirman, upaya mitigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa untuk aktif menyampaikan edukasi mengenai penghematan air dan pencegahan kebakaran selama musim kemarau.
Baca Juga: Simulasi Code Red, RSUD Kajen Perkuat Sistem Keselamatan Rumah Sakit
Plt. Bupati juga mengajak seluruh instansi, relawan, tokoh agama, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam mengurangi risiko bencana. Ia berharap kesiapsiagaan yang telah dibangun dapat memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh personel, peralatan, dan sistem koordinasi siap digunakan dalam menghadapi potensi bencana selama puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Dengan kesiapan tersebut, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. (dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto