METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Warga Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, sumringah. Jembatan putus akibat banjir bandang satu setengah tahun yang lalu, akhirnya ada gantinya. Warga tak lagi harus ambil jalan memutar yang butuh waktu setengah jam lebih untuk sampai ke pusat Wonopringgo.
Kegembiraan warga salah satunya tergambar dari Wirai, 54. Ia mengatakan, saat jembatan itu putus warga harus memutar lewat Kecamatan Kedungwuni untuk sampi ke puskesmas, pasar, hingga pondok pesantren (ponpes).
"Mau mengaji rutin di Kiai Taufik saja harus muter lewat Kedungwuni. Kalau lewat jembatan cuma 10 menit," ucapnya.
Jembatan gantung baru dibangun oleh TNI. Diberi nama Jembatan Garuda. Diresmikan oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan, Jembatan Garuda merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat, sekaligus bagian dari program pembangunan jembatan di wilayah Kodam IV/Diponegoro.
"Awalnya dari usulan masyarakat yang ditindaklanjuti oleh kodim dan pemda setempat. Ini semata-mata untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya masyarakat Desa Galangpengampon," jelasnya.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman mengapresiasi Kodam IV Diponegoro. Menurutnya, langkah mereka telah membantu percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan.
"Kami bersama Pangdam IV Diponegoro tengah menyusun program sinergi lanjutan. Antara lain akan mengerjakan sumur untuk penyediaan air bersih. Jadi bukan hanya infrastruktur jalan atau jembatan yang akan kami kerjakan bersama," ucapnya. (nra/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan