Perangkat Desa Kalipancur Ternyata Dibunuh Seorang Warga, Motifnya Gara-Gara Sakit Hati Kerap Disuruh-Suruh

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:30 WIB
PEMBUNUHAN: Pelaku saat diperiksa di Polres Pekalongan usai ditangkap, Selasa (28/7/2026). (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Metro Pekalongan).
PEMBUNUHAN: Pelaku saat diperiksa di Polres Pekalongan usai ditangkap, Selasa (28/7/2026). (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Metro Pekalongan).

 

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Rosyanto, 57, perangkat Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tewas di tangan seorang warganya.

Mayatnya ditemukan di areal persawahan, tepat di belakang SD Negeri 01 Kalipancur, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 07.30.

Polisi berhasil menangkap pelaku, sekitar tiga setengah jam setelah mayat korban ditemukan.

Mayat korban ditemukan dalam posisi telentang di antara padi yang masih hijau belum terlalu tinggi.

Kepalanya terbenam di dalam lumpur. Warga yang melihat menyebut, ada luka robek di bawah salah satu mata.

Begitu geger penemuan mayat ini, sudah langsung berembus dugaan Rosyanto tewas dibunuh.

Baca Juga: Perangkat Desa Kalipancur Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Temukan Gagang Celurit dan Pecahan Beton

Pasalnya, ditemukan gagang celurit dan pecahan beton (cor) di sekitar mayat. Apalagi pada Senin (27/7/2026) malam, sekitar pukul 22.00, ada sejumlah warga mendengar teriakan minta tolong.

Kepala Desa Kalipancur Muhroji terkejut mendengar Rosyanto tewas.

Ia datang ke lokasi dan turun ke sawah memastikan wajah mayat. Ternyata memang benar itu Rosyanto, staf Kasi Pemerintahan Desa Kalipancur. 

"Kemarin dia masih ke kantor, bahkan ikut rapat persiapan agustusan. Saya terakhir bersama dia ya kemarin (Senin) pukul 13.00," ucapnya. 

Polisi gerak cepat. Menggali informasi dari warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Ada satu petunjuk, bahwa korban sering berinteraksi dengan D, 27, yang rumahnya tepat di depan SD.

Korban sering menitipkan sepeda motor di rumah D ketika ke sawah untuk mengecek kolam belut miliknya. Kolam belut itu berlokasi tak jauh dari korban ditemukan tewas.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Fauzi Surya Chandra mengatakan, kecurigaan kepada D menguat ketika bujangan itu justru tak ada di rumah ketika geger penemuan mayat. 

"Saat kami ke TKP, D ini tidak ada di kediamannya. Padahal, kata warga, dia biasanya sehari-hari di rumah dari pagi sampai siang. Tapi saat itu dia tidak ada," terangnya.

Polisi kemudian menangkap D pada pukul 11.00. Saat itu dia sedang berada di salah satu rumah warga di dukuh sebelah. Saat diinterogasi, D mengakui membunuh Rosyanto.

"Motifnya karena sakit hati. Sakit hati karena sering disuruh-suruh dan dikongkoni (diperintah-perintah) oleh korban," jelasnya.

Sebelum tewas, Rosyanto sempat melakukan perlawanan. Itu, kata Fauzi, terlihat dari bekas cakaran yang ada di sekitar leher dan dada pelaku.

"Korban dicekek, lalu kepalanya dibenamkan ke lumpur," terangnya.

Mengenai gagang celurit, lanjut Fauzi, itu gagal digunakan oleh pelaku. Saat akan digunakan, celurit justru terlepas dari gagangnya. 

"Kalau beton, itu memang sarana prasarana yang digunakan pelaku untuk melukai korban. Dipukulkan ke pelipis kiri dan dada korban. Detailnya kami menunggu hasil autopsi," ucapnya.

Usai membunuh, pelaku mandi. Ia lalu keluar rumah dan sempat mengobrol dengan warga pada tengah malam. Polisi menemukan indikasi upaya pelaku menghilangkan barang bukti.

"Baju dan celana yang digunakan saat membunuh, itu sudah sempat dibakar. Tapi belum sepenuhnya terbakar," ungkapnya.

Polisi masih mendalami kasus ini sebagai pembunuhan terencana atau tidak. Salah satu fakta yang sudah ditemukan yakni pelaku adalah seorang residivis.

"Dia residivis kasus judi, tahun 2020," tandas Fauzi. (nra/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Kalipancur kabupaten Pekalongan pembunuhan penemuan mayat Bojong