Gara-gara Konten Jari Tangan Kepotong Karena Begal, Bayu Wibowo Dijemput Polisi

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:39 WIB
SEBAR HOAKS: Bayu pembuat video hoaks begal saat diminta oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf untuk menjelaskan kembali aksinya, di Polres Pekalongan, Senin (3/8/2026).
SEBAR HOAKS: Bayu pembuat video hoaks begal saat diminta oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf untuk menjelaskan kembali aksinya, di Polres Pekalongan, Senin (3/8/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Bayu Wibowo, 17, tak menyangka aksi isengnya berujung petaka.

Pemuda asal Desa Wringinagung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, itu dijemput polisi setelah video bikinannya viral dan memicu keresahan warga.

Ia membuat video rekayasa, seolah-olah menjadi korban sekelompok begal bersenjata tajam.

Dalam video, Bayu menarasikan dirinya sedemikian rupa sebagai korban yang melakukan perlawanan.

Bahkan sampai membuat properti pendukung berupa potongan jari tangannya. Ternyata, itu cuma potongan wortel yang dibikin mirip jari tangan.

Sementara darah yang berceceran dibuat dari tinta. Pedang yang ditampilkan dalam video ternyata juga milik pribadi.

"Cuma iseng saja, random (bikin video tersebut). Menyesal saya. Tidak menyangka jadi viral dan begini," katanya lirih, saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polres Pekalongan, Senin (3/8/2026).

Video semula hanya diunggah di status WhatsApp (WA). Lima menit kemudian Bayu menghapusnya. Tapi status itu sudah terlanjur dilihat oleh beberapa orang.

"Gak tau kemudian menyebar di medsos juga, terus viral. Menyesal saya, khilaf," ungkapnya.

Video tersebut dibuat pada Sabtu (1/8/2026) malam. Esoknya, beredar luas di medsos.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf memastikan, tidak ada pembegalan sama sekali di Desa Wringinagung. Seluruh adegan dan narasi dalam video tersebut hanya hasil rekayasa pembuat.

"Motifnya semaya-mata hanya ingin dianggap berani atau jagoan oleh teman-temannya (karena melawan begal)," jelas Rachmad.

Rachmad mengatakan, Bayu kini menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami kasus ini sambil berkoordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga. 

"Iya, ini sementara kami dalami dulu. Yang bersangkutan juga telah meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Kami akan mengedepankan langkah pembinaan sebelum menentukan tindak lanjut berikutnya," ucapnya.

Rachmad mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya. (nra/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
kabupaten Pekalongan viral hoaks begal Doro