METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan menggelar bursa kerja (job fair) Kajen Career Expo 2026 di Gedung Pertemuan Umum (GPU), 4-5 Agustus. Menyediakan 28 perusahaan dengan total 2300 lowongan kerja.
Namun banyak para pencari kerja mengeluhkan batasan umur pada kualifikasi lowongan yang tersedia.
Keluhan itu salah satunya disampaikan Agung Prayogo, 34. Warga Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, ini telah mampir hampir ke semua tenda (stand) job fair. Namun akhirnya ia hanya memasukkan lamaran ke dua perusahaan.
"Jujur, mencari kerja saat ini memang agak susah. Kendala paling utama tentu batasan umur. Kemudian kendala relasi atau informasi," ungkapnya.
Menurutnya, batasan umur dalam kualifikasi lowongan pekerjaan jangan terlalu kaku. Sebab, kata dia, masih banyak pencari kerja yang berusia lebih dari 35 tahun.
"Sebenarnya mereka mampu dan masih bisa bekerja. Tapi terkendala batasan usia. Harusnya (batasan itu) lebih fleksibel. Itu mungkin bisa ditempuh pemerintah untuk merealisasikan janji (19 juta lapangan kerja)," ucapnya.
Pencari kerja lain, Nadia Nurlaili Umi Latifah, 23, juga menyampaikan sulitnya mendapat pekerjaan. Warga Yogyakarta lulusan Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Agustus 2025 ini sedang mencari pekerjaan baru. Kini berdomisili di Kabupaten Pekalongan dan menyempatkan datang ke job fair.
"Setelah saya melihat-lihat lowongan pekerjaan yang tersedia kebanyakan untuk laki-laki atau untuk posisi pekerjaan di luar negeri. Jadi saya belum dapat yang cocok," ungkapnya.
Usia Nadia masih masuk dalam kualifikasi. Namun ia mendapati banyak pencari kerja lain yang mengeluhkan batasan umur.
"Banyak yang mempertanyakan, kenapa batas umur kebanyakan di 24-26 tahun. Padahal banyak juga pencari kerja yang mungkin terkena layoff (PHK) atau resign pada umur 30 atau 40 tahun ke atas. Ini mungkin bisa menjadi pertimbangan para penyedia lowongan," ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut Plt. Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, itu bisa dijawab dengan peningkatan keterampilan pencari kerja.
"Nah, memang ini menjadi tugas dari pemerintah untuk memfasilitasi pelatihan-pelatihan. Meskipun usianya melampaui batas, kalau keterampilannya memadai dan lowongan kerjanya dibutuhkan di spesifikasi bidang itu, saya yakin pasti akan ditampung," katanya.
Agar ada progres nyata dari job fair ini, kata Sukirman, Pemkab Pekalongan juga akan meminta laporan resmi dari penyedia lowongan usai acara selesai. Laporan itu sekaligus akan menjadi data evaluasi untuk mengambil kebijakan selanjutnya.
"Nanti akan kami cek perkembangannya, update-nya seperti apa. Ada laporan berapa yang daftar, berapa berkesempatan masuk, dan seterusnya. Karena pasti ada yang itu tadi, terkendala persyaratan umur. Jadi nanti akan kami sikapi," ucapnya. (nra/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan