METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Suasana ceria mewarnai halaman RA Masyithoh Kalipucang Kulon, Kabupaten Batang, Sabtu 8 Agustus 2026.
Puluhan anak usia dini di sekolah tersebut antusias mengikuti kegiatan edukasi memilah sampah yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Bukan sekadar ceramah, mahasiswa KKN ini juga membawa dua tong sampah hasil kreasi sendiri sebagai media pembelajaran.
Tong-tong tersebut merupakan galon bekas yang disulap dengan hiasan warna-warni agar lebih menarik perhatian anak-anak usia TK.
Sarah, salah satu mahasiswa KKN yang turut mengisi kegiatan tersebut mengatakan, pemilihan RA Masyithoh Kalipucang Kulon sebagai lokasi kegiatan tidak lepas dari posisinya yang berada tepat di desa tempat KKN berlangsung.
“Kenapa kami pilih di sini? Karena memang lokasi KKN kami berada di Kalipucang Kulon. Jadi sasaran sosialisasi kami memang anak-anak yang ada di sini,” kata Sarah.
Ia menuturkan, dua tong yang dibawa sengaja dibedakan fungsinya agar anak-anak lebih mudah memahami perbedaan jenis sampah sejak usia dini.
Satu tong digunakan untuk menampung sampah organik seperti sisa sayuran, sementara satu tong lainnya diperuntukkan bagi sampah anorganik seperti botol minuman bekas.
“Kami bawa tong buat bahan ajar pemilahan sampah. Sampah organik yang kami bawa itu sampah sayur, sementara yang satunya sampah anorganik seperti botol minuman,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak RA Masyithoh tampak antusias mencoba memilah berbagai contoh sampah ke dalam tong yang telah disediakan. Sarah mengaku senang melihat respons yang ditunjukkan adik-adik TK tersebut.
“Responsnya sangat responsif. Mereka sangat menyukai dan menikmati sosialisasi yang kami bawakan,” ujar Sarah.
Menurutnya, kesan yang paling membekas dari kegiatan ini adalah antusiasme anak-anak TK dalam merespons materi yang diberikan, meski pemahaman mereka soal sampah organik dan anorganik sebelumnya belum sepenuhnya matang.
“Pokoknya kesannya seru. Mereka menanggapi dengan baik. Sebenarnya mereka sudah punya sedikit pemahaman soal organik dan anorganik, tapi belum sepaham itu. Setelah kami jelaskan, mereka jadi lebih paham,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Sarah berharap anak-anak dapat membiasakan diri memilah sampah sejak usia dini, sehingga sampah organik yang telah dipisahkan bisa dimanfaatkan lebih lanjut, baik untuk kerajinan maupun diolah menjadi kompos.
“Harapannya, mereka bisa memilah sampah organik itu, supaya sampah itu terkumpul dengan jenis yang sama. Nanti sampah organik itu bisa dimanfaatkan lagi, bisa buat kerajinan, bisa juga diolah jadi kompos,” pungkas Sarah.
Kegiatan edukasi pemilahan sampah untuk anak-anak TK ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN di Desa Kalipucang Kulon.
Ini sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertata di lingkungan setempat. (lailatus.syarifah/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan