METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Pelaku usaha yang ingin ikut meramaikan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026 punya sejumlah pilihan stan dan lapak.
Tarifnya bervariasi, menyesuaikan ukuran, lokasi, hingga fasilitas yang disediakan.
Tarif paling murah dibanderol Rp 300 ribu. Sementara yang paling mahal mencapai Rp 12 juta untuk stan tenda roder berpendingin udara.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan, seluruh tarif berlaku selama enam hari pelaksanaan PRK, 25–31 Agustus 2026.
“Penentuan tarif disesuaikan dengan lokasi, ukuran lahan, serta fasilitas yang tersedia,” kata Siti.
Baca Juga: Kuliner dan Hiburan Jadi Andalan Pajak Kota Pekalongan
Salah satu pilihan berada di Jalan Raya Mandurorejo.
Di lokasi tersebut disediakan sekitar 63 stan menggunakan tenda roder berpendingin udara. Ukuran stan 3x3 meter dengan tarif Rp 12 juta selama pelaksanaan PRK.
Ada pula stan berukuran 3x3 meter dan 5x5 meter yang pengelolaannya bekerja sama dengan pihak ketiga. Tarifnya berkisar Rp 4 juta hingga Rp 7 juta selama enam hari.
Pilihan yang lebih terjangkau tersedia di kawasan lapangan Alun-Alun Kajen dan Jalan Raya depan masjid. Lapak berukuran 3x3 meter dengan fasilitas layos, listrik, dan kebersihan dipatok Rp 1,5 juta.
Untuk komunitas pedagang pasar tiban, tersedia lapak 3x3 meter dengan fasilitas layos dan listrik seharga Rp 800 ribu.
Sementara pedagang yang membawa perlengkapan sendiri cukup membayar Rp500 ribu untuk lahan seluas 3x3 meter.
Tarif paling murah diperuntukkan bagi pedagang keliling. Dengan kebutuhan lahan sekitar 2x1 meter, tarifnya Rp300 ribu selama enam hari PRK.
“Semua tarif tersebut berlaku selama enam hari pelaksanaan PRK,” ujar Siti.
Selain stan UMKM, kawasan PRK juga akan diramaikan Taman Ria.
Wahana permainan tersebut menjadi bagian dari optimalisasi pemanfaatan lahan PRK.
Pengelolaannya juga akan dikenai pajak sesuai ketentuan yang berlaku.(nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan