METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan mulai mendorong pemanfaatan energi surya untuk mendukung pengairan pertanian.
Awalnya, teknologi pompa air tenaga surya (PATS) diterapkan di Desa Pantianom, Kecamatan Bojong.
Kini juga diterapkan di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan untuk pengairan 20 hektare lahan pertanian.
Meski PATS di Desa Tengengwetan tersebut didapat dari Pemprov Jateng, Pemkab Pekalongan berencana mengembangkannya di lokasi lain.
Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar mengatakan, pemanfaatan tenaga surya dinilai relevan dengan kebutuhan petani sekaligus memiliki sisi efisiensi.
Karena itu, Pemkab Pekalongan membuka peluang memperluas penggunaan teknologi tersebut di wilayah lain.
“Pemkab Pekalongan sudah melakukan hal yang sama. Mungkin nanti akan lebih perluas, karena memang ada sisi efisiensi di situ,” kata Akbar.
Baca Juga: Targetkan Program Revola Untuk Memperkuat Ketahanan Pangan dan Menggerakkan Ekonomi Masyarakat
Ia mengungkapkan, pengembangan PATS tidak akan dilakukan sekadar mengikuti tren energi terbarukan.
Pemkab akan melihat kebutuhan masyarakat serta kemampuan fiskal daerah sebelum menentukan lokasi pengembangan berikutnya.
“Ya, insyaallah kami akan memperluas. Tentu saja dengan melihat kebutuhan dan ketersediaan fiskal kami,” ujarnya.
Akbar menilai, energi surya dapat menjadi salah satu alternatif untuk menopang sektor pertanian. Terlebih, kebutuhan pengairan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut bantuan PATS di Tengengwetan merupakan bagian dari tahap awal program di tiga kabupaten, yakni Pekalongan, Cilacap, dan Brebes.
Luthfi mengatakan penggunaan energi surya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menekan biaya energi. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan