METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Jalan Dukuh Rejosari, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, sedang banyak dibicarakan.
Kain merah putih sepanjang 200 meter membentang di atas jalan tersebut. Menjadi cara pemuda setempat menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Hal yang menarik bukan cuma kain merah putih panjang tersebut. Tetapi gotong royong para pemuda desa setempat. Kain tersebut bukan beli jadi. Para pemuda yang menjahitnya secara kolektif.
"Karena memang pemuda di sini rata-rata bekerja atau berkecimpung di bidang konveksi. Sekaligus menghemat biaya. Jahit seperti ini juga gampang,” kata Ketua Pemuda Dukuh Rejosari Muhammad Fahri Alfareza, 21.
Bahan kain dibeli secara patungan, kemudian dipotong dan dijahit sendiri oleh para pemuda.
Sekitar lima orang bergantian mengoperasikan mesin jahit. Proses menjahitnya bahkan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Bendera itu awalnya hanya dibuat sepanjang sekitar 150 meter. Panjangnya kemudian ditambah 50 meter setelah sejumlah warga ikut iuran.
Baca Juga: 1.500 Warga Jabungan Kembali Nikmati Akses Jembatan Merah Putih Presisi
Pambudi, salah seorang warga, mengaku bangga melihat kreativitas pemuda. Menurut dia, antusiasme warga terhadap kegiatan pemuda cukup tinggi.
Dukungan juga diberikan melalui iuran uang, termasuk ketika biaya pembuatan bendera perlu ditambah.
”Yang bikin senang bukan masalah panjang merah putih ini. Kami garap sendiri, jahit sendiri. Sekalian memanfaatkan SDM yang ada,” katanya.
Fahri mengatakan, kunci kegiatan pemuda di kampungnya bukan sekadar program yang dibuat pengurus. Rasa memiliki terhadap kampung justru menjadi modal utama.
”Kalau semua pemuda merasa memiliki kampung, insya Allah kampung itu ramai dan aktif,” katanya.(nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan