METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan menarget perputaran ekonomi Rp 10 miliar dari pelaksanan Pekan Raya Kajen (PRK) tahun ini.
Sementara target penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PRK dipatok pada kisaran Rp 50 juta hingga Rp 60 juta.
Plt. Kepala Dinkop UKM dan Naker Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan, target perputaran ekonomi tersebut masih sama dengan pelaksanaan PRK tahun sebelumnya.
Perputaran ekonomi ini diharapkan berasal dari transaksi pelaku UMKM maupun aktivitas perdagangan selama enam hari kegiatan berlangsung, yakni 25-31 Agustus 2026 nanti.
”Iya, minimal Rp 10 miliar selama enam hari itu. Masih sam dengan tahun lalu," kata Siti.
Tapi, lanjut dia, target penerimaan PAD berbeda cukup mencolok dibanding tahun lalu.
Pemkab Pekalongan mematok penerimaan sekitar Rp 50 juta hingga Rp 60 juta dari penyelenggaraan PRK tahun ini.
Angka ini meningkat sekitar tujuh hingga delapan kali lipat dibandingkan PRK tahun sebelumnya.
"Kalau untuk PAD, tahun ini meningkat jauh karena kami optimalkan khususnya dalam pemanfaatan dan pengaturan perizinannya,” jelasnya.
Selain mengejar transaksi, PRK juga dikemas sebagai ruang promosi bagi pelaku UMKM.
Sejumlah kegiatan pendukung disiapkan, salah satunya lomba video kreatif yang mengangkat tema kewirausahaan dan perjuangan pelaku UMKM.
Konsep lomba juga dibuat secara on the spot. Peserta akan mengabadikan berbagai lokasi maupun aktivitas yang berlangsung di arena PRK.
Konten yang dihasilkan peserta diharapkan ikut memperluas promosi PRK sekaligus mendorong transaksi bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang terlibat. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan