Sejoli Menikah di Pekan Raya Kajen, Tepat pada Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:25 WIB
SAH: Pernikahan unik berlangsung di stan Kemenag Kabupaten Pekalongan dalam PRK 2026. Plt Bupati Pekalongan menjadi saksi pernikahan ini, Selasa (25/8/2026).
SAH: Pernikahan unik berlangsung di stan Kemenag Kabupaten Pekalongan dalam PRK 2026. Plt Bupati Pekalongan menjadi saksi pernikahan ini, Selasa (25/8/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pernikahan sejoli Sunaryo, 55, dan Kunifah, 54, akan diingat oleh warga Kabupaten Pekalongan. Bagaimana tidak? Mereka melangsungkan akad nikah di stan Pekan Raya Kajen (PRK), tepat pada Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026). 


Sunaryo dan Kunifah sudah duduk bersiap di stan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan yang berada di area Pekan Raya Kajen (PRK). 

Sunaryo mengenakan kemeja putih berbalut jas hitam, peci, serta bawahan sarung batik. Sementara Kunifah mengenakan kebaya dan kerudung putih gading, bawahan kain jarit batik klasik bernuansa cokelat dan hitam. Sejoli ini menyita perhatian pengunjung PRK, Selasa (25/8/2026) sore itu.

Pada saat yang sama, Plt Bupati Pekalongan Sukirman yang diminta menjadi saksi nikah, tengah berada dalam acara pembukaan PRK.

Usainya, ia langsung berjalan menuju stan Kemenag. Sambil berjalan ia memakai peci yang sejak tadi ditenteng oleh ajudannya.

Di depan stan Kemenag sudah penuh orang dan awak media. Wajah Sunaryo dan Kunifah tampak tegang. Meski akhirnya mereka tersenyum setelah disalami Sukirman, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, dan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Galuh Kirana (istri Sukirman).

Penghulu memberi aba-aba, prosesi pun dimulai. Petugas Kemenag yang bertindak sebagai pembawa acara membuka.

Sunaryo dan Kunifah tampak khidmat. Menunduk dan menengadahkan telapak tangan saat doa pembukaan memohon kelancaran akad.

"Kalau nanti saya bilang 'khalan' anda jawab apa?" Tanya penghulu kepada Sunaryo untuk memastikan kesiapan sang mempelai pria. Sunaryo mengucapkan jawaban dengan lancar. Disambut riuh orang-orang yang menyaksikan momen tersebut. "Yang keras lagi tidak apa-apa, Pak. Sekali-kali memarahi penghulu," canda sang penghulu.

Tibalah pada ijab kabul sesungguhnya. Sunaryo menegakkan posisi duduknya. Agak maju sedikit dibanding sebelumnya.

Ketua DPRD Abdul Munir tiba-tiba mengambil mikrofon yang dipegang Sunaryo. Lalu mengarahkan mikrofon itu ke mulut Sunaryo. 

"Biar saya saja yang pegang. Pengantin itu harus dilayani," kata Munir, disambut gelak tawa hadirin. 

"Qobiltu tazwijaha wa nikahaha linafsi bidzalik." Sunaryo lancar mengucap ijab kabul.

Seketika Sukirman teriak "Sah... Sah!" Teriakannya paling keras. Sambil mengepalkan tangan ke atas, mirip demonstran saat berorasi.

Suaranya benar-benar mengagetkan semua hadirin karena semula suasana hening dan khidmat.

Sunaryo merupakan warga Kota Pekalongan. Sementara Kunifah, warga Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Keduanya saling kenal tiga bulan lalu. Ini merupakan pernikahan kali ketiga kedua mempelai.

"Ya, harapannya semoga ini yang terakhir," ucap Sunaryo.

Momen tersebut menjadi salah satu kejadian menarik dalam rangkaian PRK 2026. Sukirman menyampaikan harapan agar kebahagiaan pasangan tersebut menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.

"Sejoli ini telah melangsungkan akad nikah secara sah dilayani oleh Kementerian Agama KUA Kabupaten Pekalongan. Kita doakan sakinah, mawaddah, warahmah. Allahumma Amin. Yang lain segera menyusul, ya," ujar Sukirman. (nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Pekan Raya Kajen (PRK) Menikah di PRK Sukirman kabupaten Pekalongan Pekan Raya Kajen