Penonton Wayang Kulit dan Niken Salindry Membeludak, Plt Bupati Sukirman-Forkopimda Akhirnya Lesehan

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:28 WIB
MEMBELUDAK: Plt Bupati Pekalongan Sukirman dan jajaran Forkopimda lesehan bersama warga menonton wayang kulit dan Niken Salindry, Rabu (26/8/2026).
MEMBELUDAK: Plt Bupati Pekalongan Sukirman dan jajaran Forkopimda lesehan bersama warga menonton wayang kulit dan Niken Salindry, Rabu (26/8/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kawasan Alun-Alun Kajen dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan berubah menjadi lautan manusia, Rabu (26/8/2026) malam.

Pengunjung atau penonton acara puncak peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan membeludak, di luar prediksi panitia. 

Saking berjubelnya penonton, kursi yang diisi Plt Bupati Pekalongan Sukirman dan Forkopimda sampai harus disingkrikan untuk menambah ruang tempat duduk. Sukirman dan Forkopimda akhirnya lesehan bersama ribuan penonton.

Acara puncak Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan ini diisi dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Juga menghadirkan penyanyi Niken Salindry.

Semula, sekitar lokasi masih relatif longgar. Menjelang acara dimulai, gelombang penonton berangsur memadati sekitar panggung. Gelombang semakin besar hingga berdesakan.

Sukirman kemudian memohon Forkopimda berdiri, lalu meminta panitia menyingkirkan kursi. Para pejabat ini kemudian maju dan duduk lesehan dekat panggung untuk menambah ruang duduk bagi penonton. Desak-desakan pun mereda. Situasi kembali kondusif setelah semua duduk lesehan.

"Kami mohon maaf karena space untuk acara ini ternyata di luar perhitungan. Ternyata antusiasme warga hari ini sangat luar biasa untuk menyongsong semangat Kabupaten Pekalongan usia ke-404," kata Sukirman.

Acara berlangsung meriah. Kembang api menghiasi langit Kajen sebagai tanda acara dimulai. Pagelaran wayang dengan lakon "Semar Mbangun Kayangan", dimainkan dalang Ki Purbo Asmoro.

Sukirman mengatakan, lakon Semar Mbangun Kahyangan malam itu yang dipentaskan memiliki pesan simbolis tentang upaya membangun daerah agar menjadi tempat yang mapan, tenteram, sejahtera, dan dicintai Masyarakat. 

“Semar sebagai dewa, sebagai panutan, juga ulama, ini ingin membangun negara, membangun daerah yang mempunyai cita-cita luhur. Artinya daerah tersebut mapan, kerta tentrem kartarahardja, gemah ripah loh jinawi, disukai masyarakatnya,” ujar Sukirman. (nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan Niken Salindry Sukirman kabupaten Pekalongan