METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Ada titik terang bagi Mbah Darmi, 63. Status bantuan sosial (bansos) lansia asal Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, tersebut sudah aktif kembali.
Sebelumnya, nama Mbah Darmi dicoret sistem karena terindikasi judi online (judol), padahal ia buta huruf dan tak punya handphone (HP).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno mengatakan, sanggahan Mbah Darmi telah diproses dan mendapat persetujuan dari Kemeterian Sosial (Kemnsos).
Mbah Darmi kini kembali bisa diusulkan sebagai penerima bansos. "Sudah diproses, juga sudah disetujui per tanggal 30 Agustus" terangnya.
Baca Juga: Rotasi Pejabat, Kapolres Pekalongan Kota Tekankan Humanis
Sebelumnya, Mbah Darmi bersama suaminya, Mbah Dayat, 77, diketahui masuk dalam daftar penghentian bansos. Kondisi tersebut sempat menjadi perhatian publik.
Suprayitno menjelaskan, pengajuan sanggahan justru lebih dulu dilakukan operator desa.
Langkah tersebut diambil setelah pemerintah desa mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami Mbah Darmi.
“Jadi sebelum diminta oleh keluarga Bu Darmi, operator sudah mengajukan sanggah,” jelasnya.
Operator DTKS Desa Kayugeritan Neli Setyoningsih mengonfirmasi, sanggahan tersebut telah diterima Pusdatin (Pusat Data dan Informasi).
Setelah itu, pihak desa kembali mengusulkan Mbah Darmi sebagai penerima bansos melalui aplikasi DTKS.
Namun, Neli belum dapat memastikan kapan bantuan akan kembali dicairkan. Sebab, setelah usulan masuk, masih ada proses verifikasi dan notifikasi dari Kementerian Sosial.
“Kalau rentang waktunya itu saya enggak bisa memastikan. Tapi yang penting untuk usulannya itu akan segera kami usulkan di awal bulan ini,” kata Neli.
Selain persoalan bansos, pemerintah desa masih menelusuri penggunaan identitas Mbah Darmi oleh orang tak bertanggungjawab untuk pengajuan pinjaman ke bank.
Berdasarkan penelusuran sementara, persoalan tersebut tidak memengaruhi status desil Mbah Darmi.
“Bu Darmi saat ini desilnya masih utuh. Masih desil 1. Tidak berubah,” tegas Neli.
Pihak desa telah meminta konfirmasi kepada pihak bank dan mendorong agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.
“Jadi kemarin saya sudah sempat minta tolong untuk dikonfirmasi ke manajernya dan itu akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya. Terdapat dua bank yang berkaitan dengan persoalan pinjaman menggunakan identitas Mbah Darmi. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan