METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai tancap gas mengejar swasembada pangan. Salah satunya dengan mempercepat waktu tanam sekaligus mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak Brigade Pangan di Desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Senin (31/8/2026).
Program itu tidak hanya menyasar percepatan tanam. Pemkab juga membarenginya dengan penguatan irigasi dan mekanisasi pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan mengatakan, gerakan tanam serempak menjadi salah satu langkah untuk memperluas areal tanam dan meningkatkan indeks pertanaman.
"Ini komitmen bersama untuk mempercepat tanam, memperluas areal tanam, mengoptimalkan lahan pertanian, meningkatkan indeks pertanaman, serta memperkuat swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Penguatan sektor pertanian, lanjut Yudhi, dilakukan melalui sejumlah program. Mulai optimalisasi lahan, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jaringan irigasi hingga pendampingan petani.
Baca Juga: Dinsos Kabupaten Pekalongan: Mbah Darmi Tidak Terindikasi Judol, Status Bansosnya Kini Aktif Kembali
Pada 2025, program Optimasi Lahan Nonrawa (OPLA) di Kabupaten Pekalongan menyasar 1.190 hektare lahan. Sedangkan pada 2026, luas sasaran OPLA mencapai 766 hektare.
Desa Sumub Lor menjadi salah satu lokasi yang mendapat dukungan program tersebut. Pada 2025, Kelompok Tani Sumber Makmur mendapatkan program perbaikan saluran irigasi atau rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) dengan sasaran lahan 20 hektare.
Pekerjaan konstruksi tersebut didukung anggaran Rp92 juta. Selain itu, terdapat bantuan pengolahan lahan sebesar Rp18 juta.
“Perbaikan jaringan irigasi diharapkan membuat distribusi air ke lahan pertanian lebih optimal sehingga dapat mendukung percepatan dan perluasan areal tanam,” kata Yudhi.
Tak hanya mengandalkan pembenahan jaringan pengairan. Mekanisasi pertanian juga diperkuat dengan bantuan alsintan. Desa Sumub Lor juga telah menerima bantuan tersebut.
Dengan dukungan infrastruktur dan mekanisasi, proses usaha tani diharapkan lebih cepat dan efisien. Namun, pemkab belum mau mengklaim besaran dampak program tersebut terhadap produksi petani.
Menurut Yudhi, pendataan masih dilakukan untuk mengukur perubahan luas tanam, indeks pertanaman, produktivitas hingga pendapatan petani.
“Data mengenai peningkatan indeks pertanaman, luas tanam, produktivitas, dan pendapatan petani secara spesifik di Desa Sumub Lor pascabantuan masih perlu kami himpun secara lengkap agar data yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan