METROPEKALONGAN.COM, Kajen - RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan tengah memperkuat Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Baru-baru ini, mereka melakoni On the Job Training (OJT) dan Drill Emergency PONEK bersama RSUP Dr Kariadi Semarang dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Direktur RSUD Kraton dr. Henny Rosita mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar simulasi. Drill menjadi sarana untuk mengukur kesiapan tim ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang sesungguhnya. Apalagi mengingat angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih menjadi pekerjaan rumah di Jawa Tengah.
Karena itu, kata Henny, OJT dan Drill Emergency akan membantu menyegarkan kembali ketangkasan mengahdapi kegawatdaruratan di lini pelayanan PONEK. "Tentu saja kami menyambut baik kegiatan itu, kemarin. Itu akan membantu petugas kami me-refresh respons time darurat di layanan PONEK," ungkapnya.
Catatan pelayanan RSUD Kraton menunjukkan perkembangan pada indikator keselamatan maternal. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat lima kasus AKI pada 2024, lima kasus pada 2025, dan nol kasus pada 2026 hingga semester pertama.
Sementara itu, kematian perinatal juga menunjukkan kecenderungan menurun. Dari 18 kasus pada 2024, turun menjadi 10 kasus pada 2025. Hingga semester pertama 2026, tercatat tujuh kasus kematian perinatal.
Capaian tersebut berjalan di tengah meningkatnya volume pelayanan persalinan. Pada 2024, RSUD Kraton menangani 724 persalinan, terdiri atas 436 persalinan spontan dan 288 persalinan melalui operasi caesar (SC).
Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.151 persalinan pada 2025, dengan rincian 649 persalinan spontan dan 502 persalinan SC. Sedangkan hingga semester pertama 2026, telah tercatat 349 persalinan, terdiri atas 184 persalinan spontan dan 165 persalinan SC.
Bagi RSUD Kraton, penguatan PONEK menjadi bagian penting dari upaya menjaga mutu pelayanan. Evaluasi melalui drill diharapkan tidak berhenti pada kegiatan simulasi, tetapi berlanjut menjadi perbaikan alur dan kesiapsiagaan pelayanan secara berkelanjutan. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan