Pemkab Pekalongan Proyeksikan Kopi Talun Naik Kelas

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:27 WIB
KOMODITAS: Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat mencicipi kopi Talun hasil pendidikan SLI, Rabu (2/9/2026).
KOMODITAS: Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat mencicipi kopi Talun hasil pendidikan SLI, Rabu (2/9/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan memproyeksikan kopi dari Kecamatan Talun naik kelas. Salah satu upaya yang ditempuh yakni dengan menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI), bekerjasama dengan Mercy Corps.

Petani kopi dibekali pengetahuan menghadapi perubahan iklim sekaligus memperkuat budidaya dan pemasaran. SLI tersebut diikuti petani dari Desa Jolotigo dan Sengare.

Plt Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, kopi menjadi salah satu komoditas pertanian yang potensial dikembangkan di Kabupaten Pekalongan. Namun, penguatan pemasaran masih menjadi pekerjaan rumah.

Sukirman mencontohkan kopi Petungkriyono yang dinilai memiliki daya saing, tetapi belum banyak dikenal pelaku usaha seperti kafe dan restoran. Karena itu, pendampingan untuk memperluas pasar perlu diperkuat.

“Yang harus kita benahi adalah pendampingan dan penetrasi pemasaran. Dan ini sudah ada pembekalan lewat SLI, jadi tinggal kita lihat perkembamgannya," ucapnya.

Perwakilan Mercy Corps Arif Ganda Purnamawa mengatakan, program SLI tidak hanya membekali petani dengan pengetahuan iklim dan praktik pertanian yang baik. Program tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan kopi dengan pasar serta skema perlindungan risiko finansial.

“Kami sedang berupaya bagaimana caranya supaya kopi ini bisa terkoneksi dengan pasar yang lebih besar,” katanya. (nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Sekolah Lapang Iklim Kopi Talun Mercy Corps Sukirman kabupaten Pekalongan