Hutan Pinus 5 Hektare di Petungkriyono Membara, Sabtu Menyala, Minggu Baru Padam

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:45 WIB
PEMADAMAN: Tim gabungan ketika berjibaku memadamkan api yang membakar hutan pinus di kawasan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
PEMADAMAN: Tim gabungan ketika berjibaku memadamkan api yang membakar hutan pinus di kawasan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kebakaran hutan pinus terjadi di Petak 39E RPH Tlogopakis, Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Luasan area terbakar mencapai 5 hektare.

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Sabtu (5/9/2026) pagi. Api diduga berasal dari korsleting kabel listrik yang putus setelah tertimpa pohon pinus tumbang.

Percikan api kemudian menyambar rumput dan serasah kering hingga merambat ke kawasan hutan.

Pemadaman awal dilakukan secara gotong royong oleh TNI, Polri, Perhutani, perangkat desa, dan warga. Api sempat dinyatakan padam. Namun siangnya kembali menyala lantaran bara yang tersisa tertiup angin hingga cepat merambat.

Maluasnya area kebakaran hutan ini membuat situasi genting. Malamnya, Polres Pekalongan mendadak menggelar koordinasi lintas sektor. Mereka membentuk tim gabungan untuk diterjunkan ke lokasi besoknya.

Tim gabungan kemudian kembali diterjunkan Minggu (6/9/2026) pagi. Personelnya lebih banyak dari tim yang turun pada Sabtu kala pemadaman awal. Pemadaman dilakukan sekaligus dengan membuat sekat bakar untuk memutus penjalaran api. 

Truk pemadam kebakaran tak bisa masuk ke titik api yang berada di kawasan perbukitan. Tim kemudian menggunakan selang panjang untuk membantu suplai air ke petugas yang menyebar ke hutan. Petugas yang bertugas menyisir bata api menggunakan alat semprot air punggung.

Tim akhirnya memastikan api telah padam. Mereka juga memastikan tak ada korban jiwa. Data kerusakan dan kerugian masih dalam pendataan Perhutani.

Kapolsek Petungkriyono Iptu Faridin mengatakan, meski api utama sudah padam, personel gabungan masih disiagakan untuk pendinginan dan pembersihan material kebakaran. Penyisiran dilakukan hingga radius sekitar satu kilometer dari permukiman Desa Curugmuncar.

“Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan secara total. Tim saat ini memfokuskan kegiatan pada pembersihan sisa-sisa kebakaran dan pemotongan pohon tumbang,” katanya, Minggu (6/9/2026) pagi.

Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi di dalam batang pohon maupun serasah yang berpotensi memicu kebakaran kembali. 

Polisi mengingatkan warga untuk sementara menghindari kawasan jalan penghubung Curugmuncar-Songgodadi. Selain potensi bara kembali menyala, pohon-pohon yang terbakar dan terdampak angin kencang dikhawatirkan tumbang.

“Kondisi angin di lokasi masih cukup kencang. Kami mengkhawatirkan sisa bara tersembunyi kembali menyala serta pohon bekas terbakar lapuk dan tumbang," pesannya. (nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Hutan Pinus kebakaran kabupaten Pekalongan Petungkriyono