METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Angka kemiskinan Kabupaten Pekalongan menunjukkan tren positif.
Dalam lima tahun terakhir, persentase penduduk miskin turun dari 10,57 persen pada 2021 menjadi 8,05 persen pada 2025.
Penurunan tersebut disampaikan Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026) lalu.
Rakorda tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Mengacu data BPS Jawa Tengah, persentase penduduk miskin Kabupaten Pekalongan tercatat 10,57 persen pada 2021. Angka itu turun menjadi 9,67 persen pada 2022 dan bertahan pada level yang sama pada 2023.
Tren penurunan kembali terjadi pada 2024 menjadi 8,95 persen. Setahun berikutnya, angka tersebut turun lagi menjadi 8,05 persen.
Tak hanya kemiskinan secara umum. Persentase penduduk yang masuk kategori miskin ekstrem juga mengalami penurunan cukup tajam. Dari 2,27 persen pada 2021, turun menjadi 2,07 persen pada 2022, kemudian 1,18 persen pada 2023.
Angka itu kembali menyusut menjadi 0,43 persen pada 2024 dan tinggal 0,10 persen pada 2025.
Sukirman mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat intervensi agar penurunan kemiskinan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Program diarahkan pula untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan.
"Untuk penanggulangan kemiskinan tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyiapkan anggaran afirmasi sebesar Rp.2,7 miliar yang dialokasikan untuk 15 organisasi perangkat daerah (OPD). Anggaran tersebut diharapkan dapat membuat intervensi penanggulangan kemiskinan menjadi lebih fokus dan tepat sasaran, " Kata Sukirman. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan