METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kabupaten Pekalongan kembali menjadi tuan rumah kegiatan level lintas daerah.
Sebanyak 346 Pramuka Penggalang Berkebutuhan Khusus se-Binwil Eks Karesidenan Pekalongan berkemah di Lapangan Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PPBK) 2026 se-Binwil Pekalongan ini digelar selama tiga hari, mulai Selasa (8/9/2026).
Peserta berasal dari 13 SLB (Sekolah Luar Biasa) se-Binwil Eks Karesidenan Pekalongan. mereka mengikuti beragam kegiatan yang dirancang untuk melatih kemandirian, kepercayaan diri, keterampilan, sekaligus memperkuat persaudaraan.
“Tidak ada perbedaan, tidak ada sekat. Buktikan bahwa kita mampu bersama-sama beraktivitas, belajar, bersosial masyarakat, dan saling memahami satu sama lain,” kata Plt Bupati Pekalongan Sukirman membuka acara.
PPBK, lanjut dia, harus menjadi ruang untuk membangun keberanian sekaligus memperkuat solidaritas.
Pemkab Pekalongan bersama Kwarcab Kabupaten Pekalongan, kata dia, berkomitmen memberikan dukungan terhadap perkembangan peserta didik berkebutuhan khusus.
Tidak hanya berupa fasilitasi kegiatan, tetapi juga sarana pendidikan dan berbagai ajang yang memberi ruang bagi mereka untuk berkembang.
“Jangan terus berkecil hati. Insyaallah semuanya bisa bergandengan tangan untuk mewujudkan cita-cita bersama. Saling memberi dan saling mendukung,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Panitia PPBK 2026 Juhariyah mengatakan, berbeda dengan perkemahan pada umumnya.
PPBK menerapkan prinsip nonkompetisi. Peserta tidak diarahkan untuk mengejar juara maupun piala.
Peserta didorong mendapatkan pengalaman, keberanian, keterampilan, dan kegembiraan melalui berbagai aktivitas bersama. Di antaranya scout game, edukasi, Aksi Bumbung Kemanusiaan, scout skill, pioneering, pentas seni, hingga api unggun.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian, dan karakter tangguh. Sekaligus melatih koordinasi gerak, kepekaan indra, kerja sama tim, dan mempererat persaudaraan antargugus depan SLB,” jelas Juhariyah. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan