METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Jalan Raya Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, diprediksi tidak lagi tergenang banjir pada musim penghujan nanti.
Warga menilai proyek peninggian jalan dan normalisasi drainase (gorong-gorong) yang saat ini tengah dikerjakan Pemkab Pekalongan sudah cukup memadai. Ini menjadi jawaban penantian panjang warga Pacar.
"Iya, apa yang kami harapkan selama ini, akhirnya sudah berangsur terlihat (terealisasi)," kata Amin Maizun, warga Pacar yang selama ini mengawal perjuangan aspirasi warga.
Kilas balik, penanganan Jalan Raya Pacar ini selama ini menjadi isu tahunan tiap kali musim penghujan.
Jalan yang berbatasan langsung dengan jalan nasional (Pantura) ini langganan tergenang banjir. Paling parah yakni di bawah rel kereta api (underpass).
Tiap kali banjir, warga terpaksa menutup akses karena saking dalamnya genangan. Seringnya tergenang ini membuat jalan di sana rusak parah.
Atas kesadaran warga, mereka telaten menyosialisasikan pembongkaran bangunan-bangunan semi permanen yang berada di atas drainase. Pemilik bangunan akhirnya mau dan membongkar bangunan mereka secara mandiri.
Baca Juga: Diparkir di Rumah Dinas, Mobil Dinas Bupati Pekalongan Digores Orang Tak Dikenal
Saat ini, Pemkab Pekalongan tengah mengerjakan perbaikan jalan sekaligus gorong-gorong. Meski belum diuji penghujan, Maizun cukup optimistis pekerjaan itu akan membawa hasil.
"Ke depannya kami berharap pada 2027 ada tambahan kegiatan berkaitan dengan normalisasi, biar sampai ke selatan Desa Pacar. Sehingga banjir yang menjadi langganan tahunan bisa selesai," katanya.
Plt Bupati Pekalongan Sukirman meninjau progres pekerjaan itu, Rabu (9/9/2026) kemarin. Ia mengatakan, jalan itu tidak hanya ditinggikan, tetapi juga akan dicor (beton). Saat ini masih proses peninggian (pengurukan).
"Di depan SMPN 1 Tirto itu nanti akan dicor. Dinas PU juga mengerjakan saluran drainasenya yang saya kira cukup memadai," ucapnya.
Sukirman juga menengok langsung pengerjaan gorong-gorong di bawah rel kereta api. Pengerjaan dilakukan pada dua saluran sekaligus. Ia mengapresiasi inisiatif warga dalam menyosialisasikan kepada pemilik bangunan sehingga bersedia dibongkar tanpa ada penolakan.
"Memang cukup pelik, tapi akhirnya ini bisa terlaksana. Ini menurut penilaian warga, insyaallah tidak akan terjadi genangan lagi," pungkasnya. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan