Plt Bupati Pekalongan Sukirman Soroti Viralnya SKNC 2026, Harus Jadi Evaluasi Penyelenggara

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:39 WIB
VIRAL SATANIC: Plt Bupati Pekalongan Sukirman  saat diwawancara media terkait viral karnaval yang dinilai memuat unsur satanic.
VIRAL SATANIC: Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat diwawancara media terkait viral karnaval yang dinilai memuat unsur satanic.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Plt Bupati Pekalongan Sukirman menilai kontroversi penampilan dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 harus menjadi bahan evaluasi.

Sukirman mengatakan, festival yang digelar masyarakat Simbang Kulon pada Kamis malam (10/9/2026) tersebut pada dasarnya memiliki banyak sisi positif.

Masyarakat dinilai mampu menggelar kegiatan secara mandiri dengan semangat kebersamaan.

"Semangat mereka, kemandirian mereka mengadakan festival itu, menjadi bagian menurut saya adalah sesuatu yang sangat positif. Masyarakat guyub, mandiri," kata Sukirman.

Namun, dia mengakui penampilan yang kemudian viral menjadi persoalan tersendiri.

Menurutnya, pertunjukan tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan multitafsir di tengah masyarakat.

"Memang ini harus menjadi perhatian. Karena itu sudah menimbulkan kegaduhan, menimbulkan multitafsir," ujarnya.

Baca Juga: Viral Penampilan Karnaval Mirip Ritual Satanic di Pekalongan, Tim Penampil Mengaku Kurang Literasi 

Sukirman mengatakan Pemkab Pekalongan akan berkoordinasi dengan panitia untuk melakukan mitigasi dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Dia berharap setiap festival yang digelar masyarakat dapat menyesuaikan tema dengan kultur, adat, dan kebiasaan masyarakat setempat.

"Ke depan tentu saja ini akan menjadi evaluasi penting agar setiap kampung yang akan menyelenggarakan festival, temanya memang harus sesuai dengan kultur, adat, kebiasaan," katanya.

Sukirman juga menyoroti dampak pertunjukan bernuansa horor terhadap anak-anak yang menyaksikan secara langsung.

Menurutnya, pertunjukan semacam itu dapat menimbulkan efek psikis, terlebih jika simbol atau pesan yang ingin disampaikan tidak dijelaskan secara jelas.

Meski demikian, Sukirman menyebut SKNC merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Maulid Nabi dan khitanan massal ke-61 yang digelar PRNU Ranting Simbang Kulon.

Baca Juga: Viral Penampilan Katnaval Mirip Ritual Satanic, Panitia Akui Tak Tahu Detail

Ia menilai sisi positif kegiatan tersebut juga tidak boleh diabaikan. Salah satunya semangat gotong royong masyarakat dalam membiayai dan menyelenggarakan kegiatan.

"Ada sunat massal, Maulid Nabi, lalu kemudian masih rangkaian Maulid Nabi. Kekompakan masyarakatnya luar biasa. Urunan mandiri, tidak merepotkan siapa pun," kata Sukirman.

Sukirman juga meminta masyarakat menahan diri dan tidak memperpanjang polemik.

Panitia, menurut dia, telah memberikan respons terhadap kontroversi tersebut. Pemkab Pekalongan juga akan terus melakukan pembinaan terhadap berbagai kegiatan masyarakat. (nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
SKNC 2026 Viral Ritual Satanic Pekalongan Satanic Pekalongan Sukirman