Soal Viral Karnaval Satanic, MUI Kabupaten Pekalongan Sebut Tak Ada Unsur Ritual dan Sesembahan

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:22 WIB
Sekretaris MUI Kabupaten Pekalongan H. M. Mansur Nasri.(Ist).
Sekretaris MUI Kabupaten Pekalongan H. M. Mansur Nasri.(Ist).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan buka suara soal penampilan salah satu peserta Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 yang viral karena menyerupai ritual satanic.

MUI menyebut, tak menemukan unsur ritual satanic maupun sesembahan pada penampilan tersebut.

“Tidak ada unsur untuk menyembah ataupun ritual penyembahan setan ataupun disebut satanis. Enggak ada,” kata Sekretaris MUI Kabupaten Pekalongan H. M. Mansur Nasri kepada media, Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan, MUI tidak ingin menyimpulkan persoalan hanya dari potongan video yang beredar di media sosial.

Pernyataan ini, kata dia, berdasarkan tabayun yang telah pihaknya lakukan dengan panitia dan tim penampil.

Baca Juga: Adegan Sembelih Kambing di SKNC Pekalongan Viral, Tim Penampil Sebut Itu untuk Makan Bersama Setelah Acara

Hasil tabayun tersebut antara lain, adegan penyembelihan kambing pada penampilan itu dilakukan dengan membaca Basmalah. Karena itu, MUI tidak menemukan unsur penyembahan maupun ritual satanic dalam penampilan tersebut.

"Artinya, masih sesuai dengan konsep syariah," ucapnya.

MUI juga melakukan klarifikasi terkait konsep penampilan. Hasilnya, peserta ternyata mengambil referensi konsep itu dari YouTube karena dianggap menarik, unik, dan berbeda.

Peserta, kata Mansur, tidak mengetahui bahwa konsep, kostum, dan sejumlah bagian penampilan yang digunakan memiliki kemiripan dengan simbol atau ritual satanisme. 

“Ternyata mereka melihat dari YouTube, ‘Nih, ini keren nih.’ Pokoknya tampil beda, pokoknya ramai dan pokoknya wah,” kata Mansur.

Mansur menyebut persoalan tersebut lebih tepat dipandang sebagai ketidaktahuan.

Pihak panitia maupun tim yang tampil juga telah meminta maaf setelah mengetahui kemiripan penampilan mereka dengan simbol satanisme dan berjanji tidak mengulanginya.

Meski demikian, MUI tetap mengingatkan agar hal serupa tidak terjadi kembali. Sebab, menurut Mansur, persoalannya akan berbeda apabila setelah diberikan pemahaman, simbol atau bentuk yang menyerupai ritual satanisme tersebut sengaja kembali digunakan.

“Kalau sudah tahu kok masih dilakukan, nah itu baru,” tegasnya.

Baca Juga: Viral Penampilan Karnaval Mirip Ritual Satanic, Panitia Akui Tak Tahu Detail

MUI juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video.

Setiap fenomena, kata Mansur, harus dilihat secara utuh dan dikonfirmasi kepada pihak terkait agar tidak muncul tuduhan yang tidak sesuai fakta.

Di sisi lain, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi pelaksanaan SKNC. MUI menyarankan kegiatan serupa ke depan lebih diperhatikan dari sisi pengawasan.

Salah satu masukan yang diberikan yakni mempertimbangkan pelaksanaan karnaval pada siang hari, bukan malam. (nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
SKNC 2026 Viral Ritual Satanic Pekalongan karnaval satanic kabupaten Pekalongan mui