Plt Bupati Pekalongan Sukirman Cek Langsung Progres Pembangunan Sejumlah Ruas

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:36 WIB
CEK PROGRES: Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat mengukur lebar dan tebal beton ruas jalan. (Dok. Prokompim)
CEK PROGRES: Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat mengukur lebar dan tebal beton ruas jalan. (Dok. Prokompim)

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan terus mengawal perbaikan infrastruktur jalan yang saat ini tengah berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman turun langsung mengecek progresnya di sejumlah titik pembangunan, dalam dua pekan terakhir.

Pekan lalu, Sukirman mengecek empat ruas jalan. Pertama, di Desa Pacar (Kecamatan Tirto) yang rusak akibat kerap banjir.

Pada kesempatan itu ia juga mengecek progres normalisasi drainase, terutama di bawah rel kereta api (underpass).

Tiga ruas lain yang dicek yakni Bligo-Watusalam, Watusalam-Karangdadap, hingga Doro-Kroyakan. Ruas Bligo-Watusalam itu, merupakan jalan yang pernah viral dan mendapat protes masyarakat.

Pekan ini, peninjauan kembali dilakukan di sejumlah titik. Mulai pembangunan turap dan jalan di sekitar Jembatan Pantianom (Kecamatan Sragi), ruas Kalijambe-Ponolawen (Kesesi), Bukur-Ponolawen (Kesesi) yang baru saja selesai dikerjakan, hingga jalan Desa Pantirejo yang sedang viral karena kini digunakan sebagai pusat jajan (pasar dadakan).

Tinjauan di Jembatan Pantianom, Sukirman memastikan pembangunan turap berjalan sesuai perencanaan.

Jembatan yang menghubungkan wilayah Bojong dan Sragi itu sebelumnya terdampak longsor. Pembangunan turap mulai berjalan sekitar dua pekan terakhir dengan pagu anggaran Rp 2,8 miliar.

Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan turap, beton, dinding beton, hingga pengurukan sebelum dilanjutkan pembangunan jalan. Selambat-lambatnya, kata Sukirman, Desember 2026 pekerjaan selesai.

"Kami pastikan ini agar tepat sasaran, kemudian konstruksinya betul sesuai yang direncanakan. Ini jalan penting karena sebagai akaes ke sekolah, pasar, dan sebagainya,” ujar Sukirman saat peninjauan, Selasa (15/9/2026).

Ruas Kalijambe-Ponolawen, pekerjaan masih baru rampung setengah. Ruas yang berada di jalan penghubung Kecamatan Sragi-Kesesi itu dibeton dengan ketinggian 30 sentimeter. Sukirman mengukur sendiri ketebalan beton ini.

Sementara di ruas Bukur-Ponolawen, hal sama juga dilakukan Sukirman. Ia mengukur sendiri lebar dan ketebalan beton.

Hasilnya, lebar 5 meter dan tebal 31 sentimeter. Ia mengatakan, meski sudah rampung dikerjakan, jalan tersebut belum bisa dilalui. 

"Sesuai teknis, harus 21 hari dulu baru bisa dilalui. Karena kalau langsung dilalui kendaraan, konstruksinya bisa berubah. Nah, ini baru usia sepekan," jelasnya.

Pada sela-sela peninjauan, Sukirman menyapa dan mampir ke sejumlah rumah warga yang berada tepat di pinggir jalan.

Ia berdialog dan menyosialisasikan terkait proses dan progres pembamgunan jalan Kabupaten Pekalongan. Sukirman juga menyempatkan mampir ke salah satu warung dan mengobrol dengan sejumlah warga di sana.

"Tadi sambil saya sampaikan untuk sama-sama menjaga jalan yang baru selesai dibangun ini. Juga kami sampaikan terima kasih karena sudah sukarela membangun oprit jalan yang menghubungkan ke rumah atau warung mereka. Karena ini jalannya jadi makin tinggi kan," ucapnya.

Peninjauan jalan juga menjadi bagian dari upaya Pemkab memastikan pekerjaan infrastruktur tidak berhenti pada proses pembangunan.

Sukirman mengatakan, sesungguhnya semua jalan adalah prioritas dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

"Dinas PU sudah mengatur sedemikian rupa, Bapperida sudah mengatur anggarannya, jadi hanya menunggu waktu. Viral atau tidak viral, jalan-jalan yang ada di Kabupaten Pekalongan insyaallah terus bertahap kami perbaiki,” tandasnya. (nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Sukirman kabupaten Pekalongan pembangunan jalan perbaikan jalan infrastruktur