PCNU Kabupaten Pekalongan Mengaku Sudah Wanti-Wanti SKNC Sejak Tahun Lalu, Ogoh-Ogoh Jangan Sampai Tampil

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:49 WIB
SIKAPI SITUASI: Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslih Khudori saat membahas polemik SKNC 2026 bersama sejumlah tokoh masyarakat, Selasa (15/9/2026) malam. (IST).
SIKAPI SITUASI: Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslih Khudori saat membahas polemik SKNC 2026 bersama sejumlah tokoh masyarakat, Selasa (15/9/2026) malam. (IST).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Polemik penampilan 'ritual satanic' dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) menyisakan catatan bagi PCNU Kabupaten Pekalongan.

PCNU mengaku, sudah mewanti-wanti panitia terkait konsep acara sejak tahun lalu.

Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslih Khudori mengatakan, termasuk penampilan ogoh-ogoh dan properti berbentuk patung berukuran besar sudah pernah diingatkan agar tidak ditampilkan.

Namun, pada pelaksanaan SKNC 2026, itu tetap muncul.

“Kalau saya pribadi sudah menyampaikan, karena saya juga terlibat di desa tersebut. Bahkan untuk kegiatan yang menampilkan patung-patung besar seperti itu juga sudah pernah disampaikan agar tidak dilakukan lagi,” kata Muslih.

Menurut dia, polemik tersebut tidak lepas dari keinginan anak-anak muda untuk mengekspresikan kreativitas.

Persoalannya, kreativitas tersebut belum sepenuhnya dibarengi pemahaman mengenai batasan norma kesopanan dan nilai keagamaan yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Menyikapi situasi saat ini, Muslih menegaskan kreativitas anak muda tidak perlu dimatikan.

Namun, ekspresi tersebut perlu diarahkan agar tetap sejalan dengan nilai agama dan norma masyarakat setempat.

Muslih menduga keinginan menghadirkan sesuatu yang berbeda dan lebih heboh membuat panitia maupun peserta akhirnya menampilkan konten yang menuai polemik.

Hal tersebut sekaligus menjadi evaluasi agar pendampingan terhadap kegiatan anak muda tidak berhenti pada imbauan.

Ke depan, PCNU mendorong adanya edukasi dan pengawasan sejak awal setiap kegiatan yang melibatkan kreativitas generasi muda. 

“Apa yang sudah terjadi, kami harapkan ke depan tidak terjadi lagi. Kreativitas anak muda bisa diarahkan pada kegiatan yang lebih islami,” pungkasnya. (nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Viral Ritual Satanic Pekalongan Satanic Pekalongan karnaval satanic PCNU Kabupaten Pekalongan