METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Jumlah armada pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Pekalongan yang tersedia belum sebanding dengan luas wilayah.
Saat ini, hanya tersedia empat unit armada. Itu pun satu diantaranya sedang rusak. Dari empat unit tersebut tiga berkapasitas 5.000 liter, serta satu kendaraan kecil kapasitas 500 liter.
Secara usia pun sudah tua. Tiga truk besar itu masing-masing keluaran tahun 2006, 2009, dan 2016. Satu unit rusak justru yang keluaran 2016. "Kanvas koplingnya habis. Jadi sebenarnya mesinnya menyala, tapi truk tidak bisa jalan karena kanvas koplingnya habis," kata
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro. Ketersediaan armada ini menjadi perhatian publik. Apalagi mengingat penanganan kebakaran tidak hanya berada di kawasan perkotaan.
Medan pegunungan serta permukiman padat membutuhkan kendaraan dengan ukuran yang lebih fleksibel agar bisa lebih cepat menjangkau lokasi.
Damkar saat ini tengah mengusulkan pengadaan satu unit truk tambahan berukuran sedang dengan kapasitas sekitar 3.000–4.000 liter. Menurut Wahyu, kendaraan tersebut bisa menjadi jalan tengah. “Ketika truk besar tidak masuk ke pemukiman, tidak bisa masuk ke pemukiman, bisa menggunakan itu,” ujarnya.
Kebutuhan armada tersebut semakin terasa ketika musim kemarau. Dalam hampir tiga bulan terakhir, jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Pekalongan telah mencapai lebih dari 50 kasus. Objek yang paling banyak terbakar berupa lahan dan kawasan hutan. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan