METROPEKALONGAN.COM, Kajen - DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah pimpinan partai politik (parpol), Sabtu (26/9/2026) malam. Pertemuan di Sulung Resto, Kecamatan Kajen, tersebut sontak memunculkan spekulasi publik.
Apalagi yang diundang hanya parpol-parpol yang memiliki keterwakilan di DPRD. Salah satu spekulasi publik yang paling mencuat yakni pertemuan tersebut berkaitan dengan pembasan kandidat Wakil Bupati Pekalongan.
Mengingat, posisi tersebut memang kosong menyusul kasus yang menjerat Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq. Namun Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir membantah hal itu. "Tidak. DPRD kan tidak membahas itu (kandidat Wabup). Itu kan urusan partai koalisi," tegasnya, usai keluar dari ruang pertemuan.
Munir mengatakan, pertemuan hanya silaturahmi biasa. Ia juga membantah adanya pembahasan khusus. Pembicaraan, kata dia, hanya berkisar seputar penajaman peran DPRD dalam rangka mengawal pembangunan Kabupaten Pekalongan.
"Hanya silaturahmi, kangen-kangenan. Hasilnya, ya kami sepakat untuk meningkatkan peran DPRD," ucapnya.
Baca Juga: Sukirman Ajak Pepabri Kawal Pembangunan Sektor Pendidikan-Kesehatan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan Riswadi yang hadir dalam pertemuan juga membantah rumor tersebut. Ia mengungkapkan, kehadirannya untuk turut memberi masukan terkait peran DPRD agar lebih efektif. Dikejar pertanyaan soal adanya deal tertentu pada pertemuan tersebut, Riswadi menegaskan tidak ada.
"Apanya yang di-deal? Tidak ada. Hanya pertemuan biasa membahas berkaitan dengan fungsi DPRD agar lebih dipercaya masyarakat," katanya.
Senada disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi. Ia mengatakan, pembahasan lebih banyak soal instrospeksi DPRD. Para pimpinan parpol, kata dia, dimintai masukan soal hal itu.
"Ya, sekaligus bertemu kembali setelah kemarin baru kontestasi (Pilkada). Kami yang juga pernah berkecimpung di DPRD, dimintai masukan," ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut, pimpinan Partai Gerindra Kabupaten Pekalongan diketahui tidak hadir. Menurut Munir, itu karena Partai Gerindra sedang ada acara partai tingkat provinsi. (nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan