Pemkab Proyeksikan Lahan Bekas Pasar Darurat untuk Bangun Sekolah Rakyat

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:46 WIB
AUDIENSI: Plt Bupati Pekalongan Sukirman bersama jajarannya saat audiensi dengan Kemensos untuk persiapan pembangunan Sekolah Rakyat, di Kemensos, Senin (29/9/2026). (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)
AUDIENSI: Plt Bupati Pekalongan Sukirman bersama jajarannya saat audiensi dengan Kemensos untuk persiapan pembangunan Sekolah Rakyat, di Kemensos, Senin (29/9/2026). (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan mulai mematangkan program nasional Sekolah Rakyat.

Proyeksinya, sekolah tersebut akan didirikan di lahan bekas pasar darurat, Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni. Luas lahannya sekitar 8 hektare.

Pematangan rencana pembangunan Sekolah Rakyat ini mengemuka usai Plt Bupati Pekalongan Sukirman audiensi ke Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta, Senin (29/9/2026) lalu.

Pemkab diminta mempercepat penyiapan lahan sekaligus menyelesaikan persyaratan administrasi.

"Jadi setelah kami bertemu Wamensos Pak Agus Jabo, kami langsung kaji persiapannya. Sepertinya kami mampu menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat. Lokasinya di bekas pasar darurat Kedungwuni," kata Sukirman.

Sukirman menarget, awal tahun 2027 pembangunan sudah mulai dikerjakan. Tahun 2027 juga diharapkan sudah bisa beroperasi.

"Harapannya tahun ajaran baru 2027, sudah beroperasi. Itu sudah kami tata termasuk manajemen dan fasilitasnya," ungkapnya.

Sekolah Rakyat ini, kata Sukirman, dirancang untuk menyasar masyarakat dengan desil tertentu. Calon siswa akan diverifikasi dengan pencocokan data DTSEN.

"Jadi memang kami akan selektif nanti. Ini untuk masyarakat Desil I hingga maksimal Desil III," ucapnya. (nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Sekolah Rakyat pasar darurat Sukirman Pemkab Pekalongan kabupaten Pekalongan