METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Tanggul sungai Silempeng, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini jebol.
Tanggul kritis ini sedang dalam proses peninggian dan baru berjalan 50 persen. Bagian yang jebol berada di titik yang belum dikerjakan.
Peristiwa jebol terjadi pada Jumat (2/10/2026) lalu. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul bersama Dinas PU-Taru langsung turun mengecek lokasi.
Sumar mengatakan, tanggul tersebut tiap tahun langganan jebol. Arus air memang tidak mengarah ke permukiman, melainkan ke area persawahan.
Sehingga dikhawatirkan akan menganggu produktivitas pertanian, apalagi saat ini jelang masa tanam.
Ia menambahkan, tanggul tersebut sebenarnya baru saja selesai proses peninggian, namun baru separo pekerjaan.
Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk penyelesaian pekerjaan tersebut.
"Tapi saya sudah minta Dinas PU-Taru supaya memprioritaskan dulu bagian yang jebol itu. Ada tiga titik, semoga dalam waktu dekat bisa selesai," ucapnya.
Kabid PSDA Dinas PU-Taru Kabupaten Pekalongan Pujo Pramudiarto mengatakan, penanganan darurat terhadap bagian yang jebol itu sudah dilalukan. Jebolan sudah ditambal dengan karung berisi tanah, untuk sementara.
"Sebenarnya ya kurang efektif. Tapi itu untuk sementara. Kalau dipaksakan alat berat ke sana, justru akan merusak bagian lain karena itu merupakan tanggul kritis," ucapnya.
Beruntung, saat ini masih musim kemarau. Air yang mengalir dari jebolan kemarin tidak terlalu berdampak.
Pujo menambahkan, sambil menunggu pekerjaan lanjutan, penanganan darurat diperkirakan cukup mengatasi jebolan.
Ia mengungkapkan, pekerjaan utama berupa peninggian tanggul sepanjang kurang lebih 920 meter. Tanggul tersebut direncanakan memiliki lebar sekitar empat meter dengan peninggian kurang lebih satu meter.
“Ditarget mungkin sesuai dengan kontrak yang ada itu (selesai) akhir November 2026,” jelas Pujo.(nra)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan