METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Ayah RF, remaja 15 tahun yang tewas dalam insiden di Jalan Raya Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mengaku sempat merasa gelisah pada malam sebelum mendapat kabar mengenai anaknya.
Malam itu, Eko Riyanto saat menunggu anaknya pulang ke rumah, ia sempat melamun dan merasa seolah melihat RF meminta pertolongan.
Namun perasaan tersebut, ia abaikan, karena masih menunggu anaknya pulang ke rumah seperti biasanya.
"Selintas melihat dia minta tolong manggil-manggil saya. Esoknya saya dikabari anak saya sudah tidak ada di rumah sakit," ungkapnya.
Saat ini Eko, hanya bisa pasrah dan menunggu hasil otopsi anaknya, Ia menduga kematian putra satu-satunya itu bukan semata-mata akibat kecelakaan seperti narasi yang beredar.
Baca Juga: Kronologi Remaja Gangster Tewas di Ambokembang Kabupaten Pekalongan
Selain itu, Eko mengaku melihat sejumlah luka pada tubuh anaknya yang menurut dia perlu dijelaskan. Selain memar, dia menyebut terdapat luka sayatan.
"Kami berharap ini diusut tuntas. Biar tidak ada kejanggalan. Ini tidak murni karena kecelakaan," ujarnya saat ditemui di RSI Muhammadiyah Pekajangan, Jumat (9/10/2026).
Seperti diberitakan, RF diduga meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya oleng dan menabrak gerobak serta tiang listrik di Jalan Raya Ambokembang, Jumat dini hari. Setelah terjatuh, korban dan seorang rekannya diduga menjadi sasaran amuk massa.
Namun, di sisi lain, beredar video amukan massa terhadap kedua remaja tersebut. Ada dugaan RF bukan meninggal karena kecelakaan, tetapi karena amukan massa.
Saat ini, Eko berharap penyelidikan polisi dapat mengungkap penyebab pasti kematian anaknya. Dia tidak ingin ada hal yang terlewat dalam penanganan kasus tersebut.
Di tengah duka, Eko juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka.
"Jadi ke depannya biar tidak ada korban lain. Sebagai orang tua harus pengawasan penuh ke anak. Jangan seperti saya. Saya gagal sebagai orang tua," katanya dengan suara terbata-bata. (nra)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto