METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mewajibkan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan Kota Pekalongan untuk serius mengikuti In House Training (IHT). Dalam Upaya meningkatkan pelayanan prima bagi masyarakat.
“Ikuti pelatihan ini dengan serius, jangan menyepelekan acaranya dengan sekedar datang, tapi tidak memperhatikan,” kata wali kota memberikan motivasi kepada peserta Dalam acara IHT yang digelar RSUD Bendan kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kota Pekalongan di Aula Lantai 4 RSUD Bendan, Kamis 22 Februari 2024.
Wali kota menyoroti kebanyakan peserta pelatihan hanya sekedar dating dan nongkrong saat materi disampaikan.
Banyak yang hanya ngobrol dan tidak memperhatikan materi. Bahkan ada yang tidak bisa mengoperasionalkan peralatan dengan baik seperti alat pemadam kebakaran dan sejenisnya.
“Akibatnya saat ada bencana, kebanyakan pegawai lari duluan menyelamatkan diri sendiri. Tidak mempedulikan pasien. Bahkan, tidak ada yang memikirkan evakuasi dengan benar. Karena itu, pelatihan wajib diikuti dengan baik,” sindir wali kota.
Menurutnya, potensi berbahaya seperti gempa, kebakaran, banjir, dan lainnya selalu ada. “Maka sudah seharusnya kita semua siap siaga,” tegas wali kota.
Dengan pelayanan prima, semua karyawan bisa melayani pasien secara maksimal.
“Apapun keadaannya, kita harus bisa melayani dengan baik. Harus tetap senyum, menyapa dengan ramah, dan sebagainya, apapun kondisinya,” ingatnya.
Wali kota mengakui, RSUD Bendan saat ini menjadi yang terbaik. Terutama dalam keterbukaan Informasi Publik. Tahun 2023 memperoleh peringkat pertama dari semua OPD di Kota Pekalongan.
“Saya harap, jangan berpuas diri. Tahun depan harus tetap dipertahankan prestasi ini,” tegasnya.
Sementara Direktur Utama RSUD Bendan dr Dwi Heri mengatakan, IHT kali ini diikuti 650 pegawai. Karena itu, dibagi menjadi 5 gelombang agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Tiap gelombang sekitar 100 karyawan.
IHT ini digelar sejak Selasa (20/2/2024) hingga Kamis 22 Februari 2024. Disambung lagi pada minggu depan, untuk gelombang selanjutnya pada 27 dan 28 Februari.
Sementara itu, wakil pimpinan BRI Kota Pekalongan, yakni Manajer Dana dan Transaksi Nugroho Arisanto menjelaskan, seluruh karyawan akan diajari bersikap dan cara melayani pasien dengan baik. Termasuk cara bertutur kata dan bersikap harus ramah, murah senyum dan lainnya.
“Pada dasarnya bisnis kami sama-sama memberikan layanan. Makanya kami berikan pelatihan yang sama terkait memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” tutupnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla