METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Donor darah selama bulan Ramadan menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang tinggi.
Namun, banyak umat Muslim yang masih ragu, apakah donor darah membatalkan puasa atau tidak?
Mayoritas ulama sepakat bahwa donor darah tidak membatalkan puasa. Hal ini didasarkan pada analogi dengan hijamah (bekam), metode pengobatan dengan mengeluarkan darah dari tubuh.
Karena hijamah tidak membatalkan puasa, maka donor darah pun dianggap tidak membatalkan puasa.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menegaskan, donor darah saat berpuasa tidak membatalkan puasa dan justru menjadi amal saleh yang berpahala besar.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan, yakni dampak yang bisa terjadi setelah mendonorkan darah.
Beberapa ulama berpendapat bahwa donor darah bisa menyebabkan tubuh menjadi lemah, yang berpotensi membuat seseorang harus membatalkan puasanya jika tidak sanggup menahannya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui waktu terbaik dan cara menjaga tubuh tetap bugar setelah donor darah.
Petugas Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (PPDS) Unit Pengelola Darah (UPD) PMI (PMI) Kota Pekalongan, Muhammad Fahmi, menyampaikan bahwa donor darah tetap aman dilakukan saat berpuasa.
Namun, agar tubuh tetap kuat, sebaiknya donor darah dilakukan pada waktu yang tepat.
“Donor darah aman dilakukan saat puasa, tetapi agar tubuh tetap fit, sebaiknya dilakukan di waktu yang tepat, seperti sore hari menjelang berbuka atau setelah berbuka,” ujar Fahmi pada Rabu 5 Maret 2025.
Dengan melakukan donor darah menjelang berbuka, tubuh tidak perlu menahan rasa lemas terlalu lama.
Sedangkan donor setelah berbuka memungkinkan tubuh untuk segera mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup guna menggantikan darah yang dikeluarkan.
Agar tetap bugar setelah mendonorkan darah, Fahmi juga memberikan beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Perbanyak Minum Air Putih – Pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi sebelum dan sesudah donor darah. Air putih sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
2. Konsumsi Makanan Bernutrisi – Setelah berbuka, konsumsi makanan bergizi seperti daging, sayur, dan buah untuk menggantikan nutrisi yang hilang akibat donor darah.
3. Pilih Takjil yang Tepat – Boleh mengonsumsi takjil manis, tetapi tetap utamakan air putih dan makanan bergizi agar tubuh tetap prima.
Selain itu, UDD PMI terus mengajak masyarakat untuk tetap berdonor darah selama Ramadan.
Pasokan darah sangat dibutuhkan untuk membantu pasien yang memerlukan transfusi.
Dengan memperhatikan waktu donor dan menjaga kondisi tubuh, umat Muslim tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik sekaligus berbuat kebaikan dengan mendonorkan darah.
Jadi, bagi Anda yang ingin berdonor saat berpuasa, pastikan untuk memilih waktu yang tepat dan menjaga asupan nutrisi agar tetap bugar sepanjang hari.
Dengan begitu, ibadah tetap lancar dan kepedulian terhadap sesama tetap berjalan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla