Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Angka Stunting di Pekalongan Turun Drastis, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkot Pekalongan

Lutfi Hanafi • Senin, 17 Maret 2025 | 04:30 WIB

SAMBUTAN - Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya saat berikan sambutan dalam acara Gathering Mitra Kerja RS HA Zaky  di Hotel Howard Johnson, Sabtu (15/3/2025).
SAMBUTAN - Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya saat berikan sambutan dalam acara Gathering Mitra Kerja RS HA Zaky di Hotel Howard Johnson, Sabtu (15/3/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kabar baik datang dari Kota Pekalongan!

Angka stunting di kota ini berhasil turun signifikan dari 28 persen menjadi 17 persen pada akhir tahun 2024.

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak yang terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Baca Juga: Posyandu Bertransformasi, Tak Hanya Layani Ibu dan Anak, Tapi Mencakup Enam SPM

Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menegaskan bahwa kesadaran akan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi kunci dalam menekan angka stunting.

“Periode 1000 HPK adalah masa krusial untuk mencegah stunting. Dengan program seperti Bapak Asuh dan One Egg One Day, kami berharap masyarakat semakin aktif dalam memantau dan mendukung tumbuh kembang anak-anak,” ujarnya dalam acara Gathering Mitra Kerja RS HA Zaky yang digelar di Hotel Howard Johnson, Sabtu 15 Maret 2025.

Baca Juga: Takaran Minyakita di Kota Pekalongan Sesuai Standar, Isu Kekurangan Terbantahkan

Meskipun angka stunting di Pekalongan sudah menurun, masih ada tantangan untuk mencapai target 12 persen secara regional dan 14 persen secara nasional.

Oleh karena itu, koordinasi yang lebih baik di antara semua pihak terkait masih sangat dibutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budianto, menegaskan bahwa seminar ini menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sesuai dengan visi nasional Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Akibat Keterbatasan APBD, Pemkot Pekalongan Maksimalkan Dana TJSLBU untuk Percepatan Pembangunan

“Kesehatan masyarakat adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi yang kuat dan kompetitif di masa depan,” katanya.

Acara ini tidak hanya menjadi wadah diskusi dan silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk mengatasi stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Melalui keterlibatan aktif masyarakat, tenaga kesehatan, dan berbagai elemen lainnya, diharapkan Pekalongan dapat segera mencapai status zona bebas stunting.

Baca Juga: Pemerintah Salurkan Subsidi Pangan untuk Warga Kota Pekalongan, Harga Kepokmas Lebih Murah di Banding Harga Pasaran

Direktur RS HA Zaky Djunaid, Emy Widyarti, menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting.

“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Pekalongan. Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam mendampingi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik,” tuturnya.

Dengan berbagai langkah konkret yang telah diambil, Kota Pekalongan semakin optimis dalam mencapai target bebas stunting.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama yang kuat dan kepedulian semua pihak, generasi emas Indonesia bisa tumbuh sehat dan berdaya saing tinggi. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#One Egg One Day #stunting #Inggit Soraya #Bunda PAUD #Bapak Asuh