Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Waspada Takjil Berbahaya! Dinkes Ingatkan Masyarakat agar Jeli Memilih Makanan Berbuka

Lutfi Hanafi • Rabu, 19 Maret 2025 | 03:03 WIB
CEK MAKANAN - Tim Labkesda saat cek makanan takjil yang dijual di Kota Pekalongan, serta stempel makanan aman.
CEK MAKANAN - Tim Labkesda saat cek makanan takjil yang dijual di Kota Pekalongan, serta stempel makanan aman.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Menjelang bulan Ramadan, masyarakat disarankan untuk lebih berhati-hati dalam memilih takjil berbuka puasa.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan bersama Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan keamanan pangan di pasar takjil.

Hasilnya, ditemukan tiga sampel makanan mengandung bahan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan konsumen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, melalui Sanitarian Muda, Maysaroh, menyampaikan, sidak dilakukan pada 3-6 Maret 2025 di seluruh kecamatan.

Tim tersebut terdiri atas sanitarian Dinkes, Puskesmas, dan Labkesda Kota Pekalongan.

Tim berhasil memeriksa 205 sampel makanan berdasarkan riwayat temuan sebelumnya serta indikasi kuat penggunaan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil yang tidak aman dikonsumsi.

Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan dua sampel mi basah yang mengandung formalin serta satu sampel kerupuk usek berwarna merah yang positif mengandung Rhodamin B, pewarna sintetis yang berbahaya bagi kesehatan.

Meski jumlah temuan menurun dibandingkan tahun sebelumnya—di mana lima sampel makanan terbukti mengandung bahan berbahaya—temuan ini tetap menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih selektif dalam memilih takjil.

Dinkes Kota Pekalongan menegaskan zat berbahaya, seperti formalin, boraks, dan Rhodamin B, dapat berdampak buruk bagi kesehatan. 

Dalam jangka pendek, zat-zat ini bisa menyebabkan iritasi tenggorokan, batuk, mual, hingga diare.

Sedangkan dalam jangka panjang, konsumsi makanan yang mengandung zat ini dapat meningkatkan risiko kanker.

Sebagai langkah preventif, Dinkes langsung memberikan edukasi kepada pedagang mengenai bahaya penggunaan bahan berbahaya dalam makanan.

Jika setelah pembinaan masih ditemukan pelanggaran serupa, tindakan lebih lanjut akan dilakukan dengan melibatkan Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD), yang terdiri atas Satpol PP, Polres, serta instansi terkait lainnya.

Agar terhindar dari makanan berbahaya, masyarakat diimbau untuk memperhatikan beberapa hal sebelum membeli takjil.

Seperti dengan cara, periksa Warna dan Tekstur – Jika makanan memiliki warna mencolok dan tidak alami, bisa jadi mengandung pewarna sintetis.

Selain itu, jika teksturnya terlalu kenyal atau lebih awet dari biasanya, patut dicurigai adanya boraks atau formalin.

Cium aroma makanan, makanan yang mengandung formalin biasanya memiliki bau menyengat seperti bahan kimia.

Serta memperhatikan kebersihan lingkungan, dengan menghindari membeli makanan dari pedagang yang berjualan di area kotor atau dekat tempat sampah untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Pilih Pedagang dengan Label Aman, Dinkes Kota Pekalongan memberikan stiker tanda aman bagi pedagang yang produknya telah lolos uji tanpa bahan berbahaya.

Dinkes Kota Pekalongan menekankan bahwa menjaga keamanan pangan sangat penting selama menjalankan ibadah puasa.

Konsumsi makanan sehat dan bebas bahan berbahaya akan membantu menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar selama Ramadhan.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih jeli dalam memilih takjil demi kesehatan keluarga.(han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#ramadhan #pewarna berbahaya #kota pekalongan #takjil #formalin #dinkes