Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

1.330 Keluarga Jadi Target, Ini Langkah Pemkot Pekalongan Cegah Stunting Lewat Program "Genting"

Lutfi Hanafi • Sabtu, 10 Mei 2025 | 03:29 WIB

 

DISKUSI - Rakor bersama para lurah dan pengelola Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) se-Kota Pekalongan di Ruang Buketan, Kamis (8/5/2025).
DISKUSI - Rakor bersama para lurah dan pengelola Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) se-Kota Pekalongan di Ruang Buketan, Kamis (8/5/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan -  Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menargetkan 1.330 keluarga berisiko tinggi lewat Program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) Kota Pekalongan.

Program yang dilakukan tahun 2025 ini, sebagai upata serius memerangi masalah stunting.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi bersama para lurah dan pengelola Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) se-Kota Pekalongan yang dilaksanakan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan di Ruang Buketan, Kamis 8 Mei 2025.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Nur Agustina, Program Genting merupakan langkah percepatan nasional yang diluncurkan BKKBN sejak akhir 2024.

“Genting dirancang sebagai strategi cepat untuk menurunkan angka stunting di keluarga yang berisiko tinggi. Setiap daerah sudah ditetapkan targetnya dan Kota Pekalongan tahun ini menyasar 1.330 keluarga,” jelasnya.

Sasaran utama program ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah usia dua tahun (baduta).

Mereka akan menerima makanan bergizi minimal senilai Rp 15.000 per hari, selama enam bulan penuh. Namun intervensi Genting tidak berhenti pada asupan makanan.

“Kami juga menyasar perbaikan hunian, akses air bersih, jamban sehat, dan penyuluhan keluarga. Jadi, bukan hanya soal makan, tapi juga lingkungan sehat,” tambah Agustin.

Keberadaan Dashat di tiap kelurahan menjadi motor penggerak.

Di dapur ini, makanan tambahan bergizi dimasak dan disalurkan kepada keluarga sasaran. Namun masyarakat juga bisa turut berpartisipasi.

“Bantuan bisa disalurkan langsung oleh pihak yang peduli, baik individu, komunitas, CSR, maupun BUMD. Program ini tidak boleh menggunakan anggaran dari APBD maupun APBN,” tegas Agustin menekankan peran gotong royong dalam mengatasi persoalan stunting.

Dalam rakor tersebut, para lurah diminta aktif mengawal pelaksanaan program di wilayah masing-masing.

Mulai dari validasi data keluarga berisiko, hingga memastikan bantuan dari Dashat tepat sasaran.

Harapannya, dengan koordinasi lintas sektor yang kuat, angka stunting di Kota Pekalongan akan menurun signifikan.

“Langkah ini bukan hanya untuk memenuhi target, tapi juga menyelamatkan generasi masa depan,” pungkas Agustin. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #sanitasi #gizi #intervensi #stunting #program #Pemerintah Kota Pekalongan