METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Sebuah lompatan besar dalam pelayanan medis terjadi di RSUD Bendan Kota Pekalongan.
Rumah sakit milik pemerintah daerah ini resmi meluncurkan layanan Digital Subtraction Angiography (DSA).
Sekaligus menggelar public hearing sebagai bentuk transparansi dan edukasi kepada masyarakat, Rabu 21 Mei 2025.
Baca Juga: HA Afzan Arslan Djunaid dan Inggit Rayakan 21 Tahun Pernikahan, Bagikan Tips untuk Keluarga Muda
DSA merupakan teknologi pencitraan medis tingkat lanjut yang berfungsi mendeteksi secara akurat gangguan pembuluh darah seperti stroke, aneurisma, dan penyumbatan arteri.
Teknologi ini memungkinkan diagnosis dilakukan dengan lebih cepat dan tepat, sehingga potensi keselamatan serta kesembuhan pasien meningkat signifikan.
Direktur RSUD Bendan dr. Heri Dwi Wibawa menegaskan, kehadiran layanan DSA merupakan bukti nyata transformasi pelayanan kesehatan di Pekalongan.
Baca Juga: Honorer Lulusan SD-SMP Dapat Kesempatan Ikut Selkom PPPK Tahap 2 Kota Pekalongan
“DSA memperkuat kemampuan diagnostik kami. Dengan dukungan tenaga medis profesional dan teknologi tinggi, RSUD Bendan siap memberikan pelayanan modern dan akurat,” tegasnya.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Mas Aaf, turut hadir dan menyampaikan pesan mendalam.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak menunggu gejala muncul baru memeriksakan diri, terutama untuk kondisi pembuluh darah otak.
Baca Juga: Balgis Tinjau Tes PPPK, Pastikan Seleksi Objektif dan Beri Semangat Peserta
Dengan nada emosional, Mas Aaf mengenang pengalaman pribadi yang menyadarkan pentingnya deteksi dini, yaitu saat sang ibunda tercinta meninggal akibat stroke berat.
“Kami sekeluarga merasakan langsung dampak stroke. Otak kiri Ibu tersumbat total, dan baru ketahuan ketika kondisinya sudah kritis,” kenangnya.
Bermodalkan pengalaman pahit tersebut, Mas Aaf bersama istri kemudian melakukan pemeriksaan DSA secara berkala sebagai langkah preventif.
Baca Juga: Promo Film, Maxime Bouttier Belanja Batik Pekalongan untuk Luna Maya
“DSA ini seperti ‘cuci otak’ yang membantu melihat sumbatan pembuluh darah sebelum stroke terjadi. Jangan tunggu sampai diserang,” ujarnya.
Mas Aaf juga menyarankan agar masyarakat menjadikan DSA sebagai bagian dari check-up berkala, tergantung kondisi masing-masing.
Bisa dilakukan setahun sekali atau setiap dua tahun sekali. Menurutnya, mencegah jauh lebih bijak daripada mengobati.
Baca Juga: Wawalkot Pekalongan Balgis Diab : Kampung KB Jangan Hanya Seremonial dan Gimmick Digital
“Mari manfaatkan layanan ini, jangan sampai kita baru bertindak saat sudah terlambat,” pesannya.
Kehadiran layanan DSA di RSUD Bendan tidak hanya memperkuat sarana rumah sakit, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemkot Pekalongan dalam memberikan akses kesehatan berkualitas bagi seluruh warga.
“Kami berharap masyarakat Pekalongan dan sekitarnya lebih peduli terhadap kesehatan pembuluh darah otak dan menjadikan deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” katanya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla