METROPEKALONGAN.COM, Magelang – BPJS Kesehatan terus menunjukkan perannya sebagai penyedia jaminan perlindungan kesehatan yang inklusif dan mudah diakses.
Termasuk bagi generasi muda yang baru lulus sekolah seperti Desy, seorang warga Magelang. Desy, seorang remaja yang baru saja menyelesaikan pendidikan di tahun ini.
Tidak menyangka, kartu BPJS Kesehatan miliknya yang telah lama tidak digunakan, ternyata masih aktif dan bisa dipakai ketika ia membutuhkannya.
Warga Bandungsari ini mengungkapkan pengalamannya saat berobat ke Puskesmas dan merasa sangat terbantu dengan adanya jaminan kesehatan tersebut.
Meski sebelumnya ia mengira harus mendaftar ulang BPJS Kesehatan karena kartu lamanya hilang, nyatanya Desy tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan baik.
Ia memang sudah didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan sejak lama oleh orang tuanya, namun belum pernah menggunakan manfaat dari program tersebut.
“Saya baru tahu kalau kartu BPJS saya ternyata masih aktif, padahal saya sudah lama tidak pernah pakai dan kartu fisiknya juga hilang. Tapi waktu ke Puskesmas untuk berobat karena sakit, saya tetap dilayani seperti pasien lainnya,” ujar Desy.
Desy sendiri mengaku, awalnya ia ingin mengurus BPJS Kesehatan sebagai syarat melengkapi dokumen pembuatan SKCK.
Dari situ, ia mulai memahami bahwa keikutsertaannya dalam program JKN ternyata memberikan perlindungan yang nyata, bahkan ketika ia tidak menyadarinya.
Desy bersyukur bahwa keluarganya sudah mendaftarkan dirinya sejak lama dalam program JKN segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal sebagai peserta mandiri.
“Pada saat itu bahkan saya belum tahu pasti itu didaftarkan kelas berapa karena iurannya juga orang tua yang bayar, tapi yang jelas saya merasa sangat tertolong saat itu,” lanjutnya.
Berdasarkan penuturan Desy, BPJS Kesehatan menunjukkan bukti bahwa Program JKN hadir untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang baru memasuki masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Dengan kartu yang aktif, ia tetap bisa mengakses layanan kesehatan meskipun tidak membawa fisik kartu dan belum memiliki akun JKN Mobile.
Desy juga menyampaikan bahwa pihak Puskesmas tidak mempersulit proses pelayanan meski dirinya tidak memiliki kartu BPJS fisik atau akun JKN Mobile.
Ia bahkan mendapatkan informasi bahwa jika ingin membuat akun JKN Mobile, bisa langsung meminta bantuan ke petugas di fasilitas kesehatan atau kantor BPJS Kesehatan.
“Kalau mau buat JKN Mobile, saya tinggal minta bantuan di depan (pojok Mobile JKN di puskesmas). Petugas akan bantu buatkan akun dan bantu login juga, jadi tidak perlu kerepotan melakukan verifikasi sendiri,” tuturnya.
Ia juga baru mengetahui, melalui aplikasi JKN Mobile, peserta bisa mendapatkan banyak fitur bermanfaat seperti mengecek besaran iuran, memantau riwayat pembayaran, mengganti fasilitas kesehatan, mengganti kelas kepesertaan, melakukan pendaftaran online, hingga melihat riwayat rujukan ke rumah sakit.
Desy mengaku tertarik untuk mulai memanfaatkan aplikasi JKN Mobile ke depannya agar bisa lebih mandiri dan memahami hak serta manfaatnya sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Terlebih, kini ia mulai memasuki fase dewasa di mana akses terhadap layanan kesehatan menjadi kebutuhan penting yang tidak bisa diabaikan.
Desy memuji bahwa program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tidak hanya bermanfaat untuk kelompok masyarakat yang sakit, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi generasi muda.
Kehadiran layanan yang mudah diakses, petugas yang ramah dan membantu, serta fitur digital seperti JKN Mobile, menjadikan BPJS Kesehatan semakin relevan dan adaptif dengan kebutuhan zaman.
Kepada Tim Jamkesnews Desy juga mengapresiasi terkait publikasi Program JKN melalui testimoni peserta JKN seperti ini, BPJS Kesehatan diharapkan mampu terus meningkatkan publikasi positif dan membangun kepercayaan publik, terutama di kalangan anak muda.
Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga keberlangsungan sistem jaminan kesehatan nasional berbasis gotong royong ini.
“Sekarang saya sadar, terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan itu sangat penting. Tidak harus menunggu sakit parah terlebih dahulu baru daftar. Lebih baik punya sejak awal, karena kita tidak pernah tahu kapan kita membutuhkan perlindungan atas penyakit yang bisa kapan saja datang,” tutup Desy. (er/ida)
Editor : Ida Nor Layla