METROPEKALONGAN.COM, Pemalang – Puskesmas Rowosari yang terletak di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, mempunyai inovasi terkait fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Mereka mampu bertransformasi menjadi garda terdepan pelayanan publik yang adaptif, cepat, dan kolaboratif.
Terhitung hingga Juli 2025, Puskesmas Rowosari telah mencatatkan sembilan inovasi layanan kesehatan.
Baca Juga: JKN Bantu Khanza Jalani Operasi, Tak Lagi Khawatir Soal Biaya
Lima di antaranya merupakan hasil kolaborasi langsung dengan BPJS Kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Langkah ini diambil untuk mempermudah akses layanan, khususnya dalam hal administrasi kepesertaan JKN, bagi masyarakat yang tinggal cukup jauh dari pusat kota.
Salah satu inovasi unggulan yang menjadi sorotan adalah Si Bolang Mahir Plus Plus. Singkatan dari Si Buah Hati Lahir Pulang Membawa Akta Kelahiran Plus KK & KIA Plus JKN-KIS.
Baca Juga: Karina: JKN Memberikan Rasa Aman dan Kemudahan dalam Layanan Kesehatan
Program ini memudahkan orang tua yang baru saja menyambut kelahiran anak, karena seluruh administrasi penting seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga, KIA, hingga pendaftaran JKN bisa diurus sekaligus sebelum pulang dari fasilitas kesehatan.
Inovasi tersebut dikembangkan lebih jauh menjadi Petualangan Si Bolang Mahir Plus Plus, yang mencakup pemantauan bayi dalam kandungan, pemeriksaan stunting, hingga kelengkapan imunisasi dan administrasi dokumen.
Semua proses berlangsung secara terpadu, melanggar jalur kebijakan dan memangkas waktu tunggu.
“Di tempat kami, ibu-ibu bisa membawa pulang bayi sekaligus dokumen dan jaminan kesehatannya. Tidak perlu bolak-balik ke kantor-kantor,” ujar Retno Setyawati, inovator sekaligus perwakilan tim pengembang inovasi Puskesmas Rowosari.
Puskesmas Rowosari juga meluncurkan inovasi digital bertajuk Si Cendol (Simplifikasi Cek Data Kepesertaan Online), yang memungkinkan masyarakat melakukan pengecekan status JKN hanya dengan bantuan petugas Puskesmas, tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Ini menjadi solusi praktis mengingat lokasi Rowosari yang bersinggungan langsung dengan Kabupaten Pekalongan dan jaraknya cukup jauh dari pusat pemerintahan.
“Kalau ke BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan saja bisa 13 kilometer, ke Kabupaten Pemalang malah hampir 20 kilometer. Untuk warga desa, itu biaya dan waktu,” imbuhnya.
Melihat animo masyarakat yang positif, inovasi ini disempurnakan menjadi Petis Pemalang atau Pelayanan Terpadu Peserta JKN-KIS, yaitu layanan satu pintu hasil sinergi antara Puskesmas, BPJS Kesehatan, dan Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang.
Di sini, masyarakat bisa langsung mengurus seluruh kebutuhan JKN mulai dari pendaftaran, perubahan data, hingga pengecekan tanpa harus ke tempat lain.
Untuk menjawab tantangan digital, Puskesmas Rowosari juga meluncurkan Lakone Sari Becak, yakni Layanan Konsultasi via Video Online bersama Puskesmas Rowosari dan BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan.
Warga cukup mengakses Zoom untuk berkonsultasi terkait kepesertaan JKN.
Bagi masyarakat Rowosari, inovasi-inovasi ini sangat berarti. Seperti yang diungkapkan Ninik Sumarni, warga Rowosari yang memanfaatkan layanan konsultasi kepesertaan JKN.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan Sosialisasi JKN ke ASN Pemkab Pekalongan, Begini Testimoninya
"Awalnya saya bingung soal status kepesertaan saya. Tapi setelah dicek, ternyata saya sudah terdaftar sebagai peserta PBI dari pemerintah. Semua ini saya lakukan di Puskesmas, tidak perlu repot ke kantor BPJS," tuturnya.
Kepala Puskesmas Rowosari, Hendratno, menyampaikan bahwa seluruh inovasi yang dikembangkan bertujuan untuk memberikan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga bagi masyarakat.
“Kami ingin agar warga Rowosari tidak lagi terbebani dengan perjalanan jauh untuk mengurus layanan kesehatan. Semakin mudah aksesnya, semakin cepat mereka mendapatkan haknya,” ujarnya.
Baca Juga: Peserta BPJS Kesehatan Ikut Sosialisasikan Manfaat Berkat Kader JKN di Batang
Apresiasi juga datang dari Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pemalang, Rezky Eko Prasetyo. Ia menyatakan bahwa Puskesmas Rowosari adalah FKTP paling inovatif dan kolaboratif di wilayahnya.
“Puskesmas Rowosari adalah FKTP paling berprestasi, paling kolaboratif, inovatif, dan kreatif di Kabupaten Pemalang. Inovasi-inovasi mereka membantu kami mengurangi jumlah antrean di kantor dan meningkatkan kepuasan terhadap layanan masyarakat kesehatan. Kami mendukung penuh seluruh inovasi ini dan siap berkolaborasi dengan Puskesmas Rowosari kapanpun dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun berbagai inovasi telah dilakukan, hal yang tak boleh dilupakan adalah menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Kader JKN dan Peserta BPJS Kesehatan di Kota Pekalongan Merasakan Manfaat Layanan
“Kita harus tetap menjaga kualitas layanan, agar manfaat dari inovasi ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara maksimal. Kerja sama dengan Puskesmas Rowosari memperkuat pelayanan JKN. Antrean di kantor kami menurun, sementara kepuasan masyarakat meningkat,” tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla