Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

BPJS Kesehatan Lindungi Keluarga Saat Sakit Datang Tanpa Diduga

Puput Puspitasari • Jumat, 25 Juli 2025 | 18:03 WIB
Annisa Fitriani menunjukkan aplikasi Mobile JKN.
Annisa Fitriani menunjukkan aplikasi Mobile JKN.

METROPEKALONGAN.COM, Magelang – Tidak ada yang benar-benar siap ketika musibah datang dalam bentuk sakit.

Di tengah kecemasan dan ketidakpastian, memiliki perlindungan kesehatan menjadi anugerah yang tak ternilai.

Itulah yang dirasakan oleh seorang ibu rumah tangga asal Magelang, Annisa Fitriani yang sejak tahun 2014 telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Saya pertama kali terdaftar sebagai peserta JKN saat masih bekerja. Waktu itu saya tidak terlalu paham manfaatnya. Tapi sekarang, setelah banyak melalui berbagai pengalaman, saya merasa program ini sangat penting,” ungkapnya.

Setelah berhenti bekerja, ia tak lantas melepaskan perlindungan yang telah menjaganya.

Ia beralih menjadi peserta mandiri, dengan kesadaran penuh bahwa kesehatan tidak bisa ditunda atau digadaikan.

Kini, ia kembali menjadi peserta dari kepesertaan perusahaan melalui tempat kerja sang suami.

Bersama suami dan anak tercintanya, ia merasakan kenyamanan sebagai satu keluarga yang sepenuhnya terlindungi.

“Kami bertiga sudah terdaftar. Apalagi kalau menyangkut kesehatan anak, kita pasti ingin memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Salah satu pengalaman yang paling membekas dalam hidupnya adalah ketika anaknya lahir dan mengalami gangguan pernapasan.

Sang buah hati harus menjalani terapi secara rutin karena kondisi berlendir di saluran pernafasannya. Dalam situasi yang menguras emosi itu, BPJS Kesehatan hadir sebagai penyelamat.

“BPJS Kesehatan sangat membantu keluarga saya saat itu. Kami bisa berobat dan kontrol rutin ke dokter tanpa harus pusing memikirkan biaya. Rasanya benar-benar terharu,” ungkapnya.

Di balik banyak kemudahan yang diberikan, BPJS Kesehatan kerap dikaitkan dengan prosedur yang berliku, terkait rujukan misalnya.

Meski setiap pelayanan memiliki prosedur, Annisa justru melihatnya sebagai bentuk kedisiplinan.

Ia menyadari bahwa adanya alur rujukan maupun syarat medis adalah bagian dari upaya menjaga mutu layanan dan memastikan bahwa peserta mendapat penanganan yang tepat.

“Setiap proses pasti ada tujuannya. Kalau kita mengikuti alurnya, semuanya jadi lebih terarah dan aman, terutama untuk pasien,” ujar Annisa.

Ia juga mengapresiasi adanya edukasi yang diberikan oleh petugas saat proses rujukan dilakukan. Informasi yang jelas membuatnya lebih paham dan tidak merasa bingung.

Menurutnya, selama peserta mengikuti prosedur yang ada, layanan dari BPJS Kesehatan sangat membantu dan cukup cepat.

“Petugasnya juga komunikatif, kita jadi tahu apa yang harus dilakukan. Jadi semua berjalan lancar, tinggal kita ikuti saja tahapannya,” tambahnya.

Kini, Annisa semakin terbantu dengan pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN.

Fitur antrean online yang tersedia membuatnya tidak perlu lagi menunggu lama di fasilitas kesehatan. Selain itu, ia merasa tenang karena bisa memantau status kepesertaan dan informasi layanan hanya dari gawai.

Ia pun menyampaikan harapannya sebagai peserta aktif. BPJS Kesehatan diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan, terutama di daerah.

Tak hanya itu, fitur-fitur lain seperti skrining kesehatan dan riwayat pelayanan membuatnya merasa semakin diperhatikan sebagai peserta.

“Kami yang jauh dari kota juga ingin merasakan kemudahan yang sama. BPJS Kesehatan itu bukan hanya soal pengobatan. Ini soal gotong royong dan rasa aman. Saya bersyukur masih jadi bagian dari program ini. Semoga ke depannya makin baik dan makin ramah kepada peserta,” tuturnya. (put/bis)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Mobile JKN #bpjs kesehatan #gawai #jaminan kesehatan nasional (jkn)