Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

BPJS Kesehatan Hadirkan Rasa Aman bagi Mahasiswa Ini

Puput Puspitasari • Minggu, 27 Juli 2025 | 01:45 WIB
Najwa Salsabilla Asmara memiliki aplikasi Mobile JKN di gawainya.
Najwa Salsabilla Asmara memiliki aplikasi Mobile JKN di gawainya.

METROPEKALONGAN.COM, Magelang – Menjadi mahasiswa dan hidup jauh dari orang tua kerap membawa tantangan tersendiri, terutama ketika menyangkut urusan kesehatan. 

 
Itulah yang dirasakan Najwa Salsabilla Asmara, mahasiswi asal Magelang yang kini aktif menggunakan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk melindungi kesehatannya selama menjalani studi.
 
Najwa terdaftar sebagai peserta JKN sejak tahun 2021. Ia tidak mendaftar sendiri, tetapi terdaftar secara otomatis sebagai tanggungan dari orang tuanya. 
 
Ayahnya merupakan seorang pekerja di instansi pemerintah yang secara rutin membayarkan iuran BPJS Kesehatan melalui skema kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU). 
 
Dalam satu kartu keluarga, Najwa terdaftar bersama sang ayah sebagai penanggung, serta ibu dan adiknya sebagai anggota keluarga.
 
“Awalnya saya tidak terlalu memerhatikan soal JKN, karena merasa masih sehat dan jarang sakit. Tapi setelah tinggal sendiri sebagai anak kos, saya baru sadar pentingnya punya jaminan kesehatan,” ujar Najwa, Senin (25/07/2025).
 
Sebagai peserta aktif, Najwa sudah beberapa kali menggunakan JKN untuk berbagai keperluan. Salah satunya ketika ia mengalami gangguan asam lambung yang cukup sering kambuh akibat pola makan tidak teratur. 
 
Ia berobat ke Puskesmas Ngembik yang merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat ia terdaftar.
 
Menurutnya, pelayanan yang diberikan sangat baik dan prosesnya juga tidak berbelit-belit. Tidak hanya digunakan untuk pengobatan penyakit ringan, Najwa juga pernah memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan kacamata. Prosedur yang harus dijalani ternyata cukup sederhana, selama mengikuti alur layanan yang telah ditetapkan.
 
“Pelayanan di Puskesmas ramah dan cepat. Saya tidak merasa diperlakukan berbeda dengan pasien umum meskipun saya datang sebagai peserta JKN. Semuanya dilayani dengan profesional. Saya pikir awalnya akan rumit, tapi ternyata mudah sekali. Petugas juga memberikan penjelasan yang jelas, jadi saya merasa sangat terbantu,” tuturnya.
 
Salah satu hal yang membuat Najwa bersyukur adalah kemudahan akses layanan kesehatan tanpa perlu khawatir soal biaya. Sebagai mahasiswa yang belum memiliki penghasilan sendiri, keberadaan Program JKN sangat berarti karena memberikan jaminan kesehatan yang terjangkau. Ia menyebut, BPJS Kesehatan menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat Indonesia, terutama dari kalangan menengah ke bawah yang belum mampu memiliki asuransi swasta.
 
“BPJS Kesehatan benar-benar sangat membantu, terutama bagi mahasiswa seperti saya. Biaya layanan bisa dijangkau, kita tetap bisa mendapatkan pengobatan yang layak,” ucapnya.
 
Selain itu, sebagai mahasiswa yang jauh dari keluarga, keberadaan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan telah memberikan rasa aman tersendiri bagi Najwa. Ia menyadari bahwa kapan saja bisa jatuh sakit. Dengan adanya JKN, ia tidak perlu cemas memikirkan biaya pengobatan atau administrasi layanan yang rumit.
 
“Saya pribadi merasa sangat terbantu sebagai mahasiswa. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, saya mungkin akan menunda-nunda berobat karena memikirkan biaya. Semoga program ini tetap berlanjut, karena banyak sekali masyarakat yang bergantung pada JKN untuk bisa hidup sembuh dari penyakitnya,” tandas Najwa.
 
Najwa juga menambahkan bahwa selama menjadi peserta, ia belum pernah mengalami kendala serius. Layanan berjalan dengan baik, dan petugas kesehatan pun memperlakukan semua pasien dengan adil tanpa memandang status kepesertaan. Hal ini menurutnya menunjukkan bahwa prinsip non-diskriminatif benar-benar diterapkan di lapangan.
Meskipun belum pernah menjalani rawat inap, Najwa merasa yakin bahwa ketika suatu saat dibutuhkan, BPJS Kesehatan akan tetap menjadi perlindungan utama kesehatan bagi dirinya dan keluarganya. Ia pun memiliki harapan besar terhadap keberlangsungan program ini.
 
“Saya berharap Program JKN BPJS Kesehatan bisa terus berjalan dan berkembang lebih baik lagi. Program ini sudah sangat membantu masyarakat. Kalau bisa, jangkauannya diperluas dan sistemnya semakin dipermudah, supaya makin banyak orang yang terbantu,” ujarnya. (dw/er/put/bis)
 
 
 
 
 
 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#bpjs kesehatan