Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Mendaftar Program JKN, Langkah Oka Lindungi Diri Sekeluarga

Puput Puspitasari • Senin, 28 Juli 2025 | 00:00 WIB
Oka Sapto Adjie terdaftar sebagai peserta JKN yang aktif menggunakan aplikasi Mobile JKN
Oka Sapto Adjie terdaftar sebagai peserta JKN yang aktif menggunakan aplikasi Mobile JKN

METROPEKALONGAN.COM, Magelang – Bagi Oka Sapto Adjie, memiliki jaminan kesehatan bukan sekadar menggugurkan kewajiban sebagai warga negara Indonesia yang baik.

Tapi kebutuhan akan perlindungan dari risiko dari gangguan kesehatan yang datang sewaktu-waktu.

Warga Wates, Magelang Utara, itu sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama bertahun-tahun.

Ia peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal dengan peserta mandiri.

Kini, setelah melalui berbagai pengalaman, ia semakin menyadari betapa pentingnya memiliki perlindungan kesehatan yang terjamin.

Oka terdaftar sebagai peserta JKN kelas 2.

Awalnya, ia mendaftarkan diri sebagai bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu mengalami masalah kesehatan.

Niat itu muncul dari pemahaman pribadi bahwa biaya berobat tidak selalu ringan, dan keberadaan jaminan kesehatan bisa menjadi penopang yang sangat berarti.

“Saya ikut JKN supaya punya perlindungan kalau suatu saat butuh berobat. Waktu awal mendaftar, saya belum pernah pakai. Tapi sekarang, saya sudah merasakan sendiri manfaatnya,” ujar Oka, Sabtu (26/6/2025).

Pengalaman pertamanya menggunakan JKN terjadi ketika ia mengalami gangguan kesehatan dan memutuskan untuk berobat ke puskesmas.

Menurutnya, proses pelayanan berjalan baik dan tanpa kendala.

Ia diterima seperti pasien lainnya dan tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan antara peserta JKN dan pasien umum.

“Saat itu saya datang ke puskesmas dan dilayani dengan baik. Pelayanannya sama seperti pasien umum. Tidak ada pembedaan, dan obatnya pun langsung diberikan setelah pemeriksaan,” ucapnya.

Yang membuat Oka semakin kagum adalah kenyataan bahwa seluruh pelayanan dan obat-obatan yang ia butuhkan telah dijamin oleh JKN.

Tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepadanya. Hal ini memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan bahwa layanan JKN benar-benar menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Namun, tidak selalu perjalanan sebagai peserta JKN berjalan mulus.

Oka mengaku pernah terlambat melakukan pembayaran iuran selama empat bulan karena kondisi ekonomi yang sempat tidak stabil.

Meskipun sempat terputus sementara, ia tidak tinggal diam.

Kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap pentingnya jaminan kesehatan membuatnya segera melunasi tunggakan dan mengaktifkan kembali status kepesertaannya.

“Waktu itu saya sempat telat bayar karena ada kebutuhan lain yang mendesak pada saat kondisi finansial saya sedang kurang stabil. Tapi setelah sadar betapa pentingnya JKN, saya langsung lunasi. Sayang kalau sampai tidak aktif. Makanya saya usahakan segera lunasi iurannya supaya bisa terus dipakai saat dibutuhkan,” jelas Oka.

Ia menambahkan bahwa proses pelunasan dan aktivasi kembali sangat mudah.

Ia hanya perlu melakukan pembayaran sesuai jumlah tunggakan, dan status kepesertaan miliknya langsung kembali aktif.

Menurut Oka, kemudahan dalam proses pembayaran iuran juga menjadi nilai tambah tersendiri.

Hal ini membuat peserta tidak perlu lagi datang langsung ke berbagai kanal pembayaran yang telah disediakan oleh BPJS Kesehatan dan antre di tempat pembayaran tersebut.

Oka menilai hal tersebut sangat praktis dan efisien.

Dia juga memanfaatkan layanan pembayaran melalui aplikasi perbankan digital untuk menghindari keterlambatan serupa di masa mendatang.

“Sekarang saya rutin bayar pakai mobile banking. Pembayaran iuran bisa lebih disiplin dan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja,” katanya.

Di akhir perbincangan, Oka menyampaikan harapannya terhadap keberlangsungan Program JKN di Indonesia.

Ia menilai bahwa program ini sudah sangat membantu masyarakat dan harus dijaga agar tetap berjalan.

“Harapan saya, mudah-mudahan Program JKN terus ada sampai kapanpun. Ini penting untuk masyarakat luas, terutama bagi yang tidak selalu siap secara finansial saat sakit,” katanya. (dw/er/put/bis)

Editor : H. Arif Riyanto
#bpjs kesehatan #jaminan kesehatan nasional (jkn)