METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Puluhan siswi SMPN 13 Kota Pekalongan yang masih berseragam olahraga bersuka cita menggenggam botol air dan sebutir tablet.
Ternyata mereka sedang mengikuti Aksi Bergizi, program unggulan yang mensinergikan edukasi kesehatan dan pencegahan stunting lewat pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada Selasa pagi 5 Agustus 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menurunkan angka stunting dan anemia di kalangan remaja putri. Sebab, remaja putri merupakan calon ibu di masa depan.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja, terutama remaja putri. Jika mereka sehat dan bebas anemia, maka kelak akan melahirkan generasi sehat,” kata Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto.
Program ini bukan sekadar bagi-bagi tablet zat besi. Aksi Bergizi dimulai dengan senam bersama, sarapan sehat, pemberian TTD, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Para siswi pun tak hanya diberi suplemen, tetapi juga edukasi pentingnya zat besi bagi tubuh, khususnya selama menstruasi.
Perlu diketahui, hasil pemantauan Dinkes Kota Pekalongan menunjukkan, sekitar 40 persen remaja putri di Kota Pekalongan mengalami anemia.
Ini menjadi alarm serius, karena anemia berdampak langsung pada konsentrasi belajar, produktivitas, dan masa depan kesehatan reproduksi mereka.
“Anemia pada remaja sering terjadi karena pola makan kurang zat besi dan minim edukasi saat mulai haid. Maka kami hadirkan intervensi lengkap, suplemen, edukasi, dan pemeriksaan,” tambah Budi.
Tablet tambah darah diberikan setiap minggu selama masa haid, dan langsung diawasi petugas kesehatan sekolah. Ini agar konsumsi TTD menjadi kebiasaan, bukan sekadar program sesaat.
Alin, siswi kelas IX yang juga anggota ekskul PMR, mengaku rutin mengonsumsi TTD sejak duduk di kelas VII.
“Saya senang ikut Aksi Bergizi. Dulu saya kurang paham tentang pentingnya zat besi, sekarang jadi lebih sadar. Kegiatan ini juga menyenangkan karena ada senam, makan sehat, dan cek kesehatan gratis,” katanya antusias.
Slamet berharap, program ini mendapat dukungan penuh dari sekolah dan keluarga. Peran ibu di rumah menjadi penting dalam mengingatkan anaknya minum TTD secara rutin.
“Anak-anak jangan hanya dikejar nilai akademik, tapi juga harus diperhatikan kesehatannya. Remaja sehat hari ini akan jadi ibu sehat yang melahirkan generasi emas 2045,” tegas Budi.
Aksi Bergizi menjadi komitmen nyata Kota Pekalongan menuju Indonesia Sehat. Sebuah langkah kecil dengan dampak besar, memastikan remaja putri tidak lagi abai terhadap kesehatannya sendiri. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla