METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Senyum lega terpancar dari wajah Siti, 34, usai keluar dari ruang pemeriksaan di Puskesmas Dukuh, Kota Pekalongan.
Hari itu, ia bersama puluhan perempuan lain mengikuti pemeriksaan gratis untuk mendeteksi dini kanker serviks.
Yakni penyakit yang masih menjadi momok bagi kaum perempuan di seluruh dunia.
Sejak akhir Juli 2025, Puskesmas Dukuh meluncurkan program pemeriksaan Human Papilloma Virus (HPV) dan Visual Asam Asetat (IVA).
Program ini digagas sebagai langkah preventif agar kasus kanker serviks bisa dicegah sejak dini.
Targetnya, hingga Desember 2025, sebanyak 175 perempuan di Kota Pekalongan akan menjalani deteksi dini ini.
Pemeriksaan ditujukan bagi perempuan yang sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual, dengan rentang usia 30–65 tahun.
“Peserta di bawah 30 tahun juga kami terima, karena justru kelompok usia muda juga berisiko,” jelas Reny Dwi Itasari, koordinator Bidan Puskesmas Dukuh, Selasa 19 Agustus 2025.
Menurutnya, proses pemeriksaan dilakukan dengan dua metode. Metode IVA mampu mendeteksi perubahan sel serviks secara visual, sementara metode HPV dapat mengetahui keberadaan virus sekaligus menentukan tipenya.
“Perlu diingat, hasil IVA negatif belum tentu HPV negatif. Ada kasus IVA aman, tetapi hasil HPV justru menunjukkan positif,” tambahnya.
Setiap sampel yang diambil dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk dianalisis lebih lanjut.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif HPV tipe 16 dan 18, pasien akan dirujuk ke rumah sakit karena tipe ini berisiko tinggi menuju kanker.
Sedangkan jika hasilnya “other”, pasien hanya diberikan vitamin dan dijadwalkan pemeriksaan ulang setahun berikutnya.
Reny menegaskan, program ini gratis tanpa dipungut biaya, namun peserta tetap diminta memenuhi syarat pemeriksaan, seperti tidak sedang menggunakan produk kewanitaan, serta tidak melakukan hubungan seksual dalam 2x24 jam sebelum tes.
Lebih dari sekadar angka, program ini menjadi harapan baru bagi kaum perempuan di Pekalongan.
Selain mencegah kanker serviks lebih awal, kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
“Deteksi dini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberi kesempatan bagi perempuan untuk tetap sehat, produktif, dan bahagia bersama keluarga,” pungkas Reny. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla