METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Di sebuah balai desa sederhana di Desa Getas, tawa balita berpadu dengan semangat para ibu.
Mereka bukan sekadar berkumpul, melainkan sedang belajar cara baru untuk melawan masalah besar yang menghantui generasi bangsa, yakni stunting.
Program itu bernama KEPITING (Kelas Pijat Balita Anti Stunting).
Program tersebut merupakan inisiatif unik dari Prodi D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) yang bekerja sama dengan TP PKK Desa Getas.
Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Kemendiktisaintek.
Dilaksanakan sejak Juni hingga Agustus 2025, KEPITING menjadi harapan baru bagi warga desa untuk memutus rantai gagal tumbuh pada anak.
Ketua pelaksana kegiatan, Bidan Wahyu Ersila, SST., MPH., menuturkan bahwa KEPITING bukan sekadar kelas pijat biasa.
Di dalamnya, para ibu diajarkan keterampilan sederhana tapi berdampak besar. Yakni pijat nafsu makan balita.
"Tujuannya, untuk merangsang selera makan sekaligus meningkatkan kesehatan pencernaan anak," ucapnya sat dikonfirmasi pada Senin 1 September 2025.
Selain pijat, para ibu juga mendapat edukasi gizi, pola asuh tepat, hingga praktik memasak menu sehat.
Salah satunya adalah pembuatan Modified Dietetic Skim and Coconut Oil (Modisco).
Ini ormula sederhana namun bergizi untuk menambah berat badan anak.
Bahkan, ada juga sesi cooking class puding sehat, yang langsung dipraktikkan oleh peserta agar bisa diterapkan di rumah.
KEPITING tidak berhenti pada pelatihan. Selama sebulan penuh, para peserta mendapatkan pendampingan langsung.
Tim UMPP mendampingi praktik pijat balita di rumah, sekaligus memantau konsumsi Modisco secara rutin.
Pendekatan ini memastikan ilmu yang diberikan tidak hanya berhenti di kelas, tetapi benar-benar diterapkan di keluarga.
Salah satu ibu peserta mengaku, kini lebih percaya diri dalam merawat buah hatinya.
“Dulu saya bingung kalau anak susah makan. Sekarang ada cara pijat dan menu tambahan yang bisa membantu,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Ketua TP PKK Desa Getas, Dewi Ratna Winingsih, SKM, menyampaikan rasa syukurnya.
Program KEPITING sangat bermanfaat. Ibu-ibu kini lebih paham tentang pola makan dan perawatan anak yang benar.
"Kami berharap kegiatan ini berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga,” ujarnya.
Bagi masyarakat Getas, KEPITING bukan hanya program kesehatan, melainkan gerakan gotong royong melawan stunting.
Dengan pijatan penuh kasih, sajian gizi sederhana, dan edukasi praktis, harapan baru tumbuh di desa kecil itu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla