Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tidak Hanya Obat, JKN Juga Menanggung Alat Kesehatan

Puput Puspitasari • Rabu, 24 September 2025 | 03:20 WIB
Pri Hasta merasakan manfaatkan penjaminan alkes dari program JKN. (DOK. BPJS KESEHATAN CABANG MAGELANG)
Pri Hasta merasakan manfaatkan penjaminan alkes dari program JKN. (DOK. BPJS KESEHATAN CABANG MAGELANG)

METROPEKALONGAN.COM, Magelang – Belum banyak masyarakat yang tahu manfaat besar menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program yang dikelola BPJS Kesehatan ini tidak hanya menanggung biaya pengobatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan, JKN juga memberikan jaminan terhadap kebutuhan alat kesehatan (alkes) yang direkomendasikan oleh dokter.

Alkes itu mulai dari kursi roda, tongkat, korset tulang belakang, hingga kacamata. Semua alKes itu bisa dijamin asal sesuai indikasi medis.

Kehadiran manfaat ini sangat penting, sebab bagi peserta dengan keterbatasan fisik, alkes bukan sekadar perlengkapan tambahan, melainkan sarana untuk memertahankan kualitas hidup dan menunjang aktivitas sehari-hari.

Tanpa bantuan jaminan kesehatan, banyak keluarga akan terbebani biaya karena harga alkes bisa mencapai jutaan rupiah.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Maya Susanti menegaskan, penjaminan alkes adalah manfaat yang didapatkan peserta JKN yang tidak hanya fokus pada penyembuhan penyakit, tetapi juga memerhatikan aspek pemulihan dan keberlanjutan hidup peserta.

“JKN tidak hanya mengobati penyakit, tapi juga mendukung pemulihan dan kemandirian peserta. Alat kesehatan seperti kursi roda misalnya, bisa membantu pasien tetap beraktivitas meski dengan keterbatasan. Dan yang penting, peserta tidak lagi khawatir soal biaya,” jelas Maya.

Maya menambahkan, prosedur memeroleh alkes ditetapkan dengan jelas agar tepat sasaran. Peserta harus diperiksa terlebih dahulu oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan, kemudian mendapatkan rekomendasi sesuai kebutuhan.


“Tidak semua pasien otomatis mendapatkan alkes. Harus sesuai indikasi medis. Namun selama sesuai aturan, biayanya dijamin penuh oleh program JKN,” ujarnya.

Ia menekankan, penjaminan alkes ini sejalan dengan prinsip gotong royong dalam JKN. Alkes yang nilainya jutaan rupiah kini bisa didapatkan peserta tanpa mengeluarkan biaya besar, karena bantuan iuran dari peserta JKN lainnya dengan kondisi sehat.


“Kami ingin memastikan tidak ada peserta yang terbebani hanya karena keterbatasan fisik. Dengan adanya jaminan alkes, mereka bisa tetap hidup bermartabat,” kata Maya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat ini. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan terus gencar melakukan edukasi agar peserta memanfaatkan haknya dengan baik.

“Kami sering mendengar peserta baru tahu kalau kursi roda bisa ditanggung. Karena itu sosialisasi menjadi sangat penting. Sehingga saat ini kami gencar menyebarkan informasi ini kepada peserta JKN. Kami ingin semua peserta sadar bahwa mereka punya hak yang bisa dimanfaatkan,” jelas Maya.

Pri Hasta, 56, warga Muntilan menjadi peserta JKN yang merasakan langsung penanggungan alkes sebagai peserta JKN.

Ia mengalami kelumpuhan pasca stroke yang membuatnya bergantung pada kursi roda untuk beraktivitas. Awalnya, Pri Hasta sempat khawatir karena harga kursi roda terbilang mahal.

“Waktu dokter menyarankan saya menggunakan kursi roda, saya sempat bingung. Bagaimana cara membelinya (kursi roda), padahal saya sudah tidak bekerja. Tapi ternyata kursi roda bisa dijamin lewat BPJS Kesehatan. Rasanya sangat lega,” ungkap Pri Hasta.

Dengan kursi roda tersebut, Pri Hasta bisa lebih leluasa beraktivitas, baik di dalam rumah maupun saat keluar bersama keluarga. Pri Hasta menilai apa yang dijamin oleh BPJS Kesehatan sangat menyeluruh.

“Kalau harus beli sendiri, mungkin saya tidak sanggup. Sekarang dengan bantuan JKN, saya bisa tetap ikut kegiatan lingkungan. Hidup saya terasa lebih ringan,” ujarnya dengan nada haru.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak menunda menjadi peserta JKN. Menurutnya, manfaat program ini sangat besar dan bisa dirasakan kapan saja.


“Tidak pernah ada yang tahu kapan sakit akan datang. Dengan menjadi peserta JKN, setidaknya kita sudah tenang karena memiliki jaminan. Saya sudah membuktikan sendiri, betapa besar pertolongan dari BPJS Kesehatan,” tutup Pri Hasta. (put/bis)

Editor : Agus AP
#program jaminan kesehatan nasional #alat kesehatan #bpjs kesehatan