METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kesadaran masyarakat Kota Pekalongan dalam menjaga kesehatan perlahan meningkat.
Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan terus menggencarkan upaya deteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.
Kini, sekitar 40 persen warga telah terlayani dalam program tersebut. Ini sebuah capaian yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah terhadap kesehatan warganya.
Baca Juga: Sariawan Bikin Makan Tak Nyaman? Ini 7 Obat Paling Ampuh di Apotek Tanpa Resep Dokter
Kepala Dinkes Kota Pekalongan Puji Winarti menjelaskan, program ini merupakan langkah preventif untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Kepala Dinkes Kota Pekalongan Puji Winarti menjelaskan, program ini merupakan langkah preventif untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
“Kesadaran masyarakat memang belum sepenuhnya tinggi, tapi lewat CKG ini kami terus berupaya mendekatkan layanan kesehatan agar mudah diakses tanpa biaya,” katanya, Kamis 13 November 2025.
Dalam kegiatan CKG, warga dapat memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) secara gratis.
Baca Juga: Polres Pekalongan Kota Raih Kompolnas Award 2025, Mas Aaf Apresiasi Sinergi dan Dedikasi
Selain itu, Dinkes juga memberikan penyuluhan serta konsultasi kesehatan agar masyarakat memahami cara menjaga pola hidup sehat dan mencegah risiko penyakit.
Selain itu, Dinkes juga memberikan penyuluhan serta konsultasi kesehatan agar masyarakat memahami cara menjaga pola hidup sehat dan mencegah risiko penyakit.
Tak berhenti di situ, Dinkes juga melakukan tindak lanjut bagi warga yang terindikasi berisiko tinggi, misalnya mengarahkan mereka untuk ikut dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) agar kondisi kesehatan dapat dipantau rutin.
“Kalau dulu masyarakat baru ke puskesmas setelah sakit, sekarang kami ingin mengubah pola pikir itu. Kesehatan harus dijaga sejak dini,” tambah Puji.
Baca Juga: Daripada Beli Skincare Mahal Tak Jelas, Ini 9 Produk Apotek Ampuh dan Aman BPOM
“Kami juga menjalankan program Speling dan CKG agar layanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kota Pekalongan, dr. Dita Ratnasuri menuturkan, kegiatan CKG dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik strategis, mulai dari pusat edukasi kesehatan, komunitas masyarakat, hingga kegiatan kolaboratif bersama pemerintah dan swasta.
“Kami juga menjalankan program Speling dan CKG agar layanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Menariknya, kini Dinkes memperluas sasaran CKG hingga ke anak-anak usia sekolah dasar.
Pemeriksaan dasar seperti kadar gula darah dan kesehatan gigi mulai diterapkan sebagai langkah pencegahan sejak dini.
“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan anak-anak sejauh ini baik. Justru yang perlu lebih diwaspadai adalah kelompok usia produktif dan lansia,” tutur Dita.
Dengan 40 persen warga sudah terlayani, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menargetkan agar seluruh masyarakat bisa rutin melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa harus menunggu sakit.
“Kunci dari pencegahan penyakit adalah deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat. Kami ingin menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai budaya,” tegasnya.
Melalui CKG, Dinkes berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pemeriksaan rutin.
Dengan begitu, angka kasus penyakit tidak menular dapat ditekan dan derajat kesehatan warga Kota Pekalongan meningkat.
“Menjaga kesehatan itu investasi jangka panjang. Semakin dini dicegah, semakin ringan beban kita di masa depan,” pungkas dr. Dita. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla Sumber : Metro Pekalongan