METROPEKALONGAN.COM, Batang – Layanan jemput bola yang digelar BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pekalongan di Kantor Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa 13 Januari 2026 diserbu warga.
Antrean puluhan orang ini didominasi oleh masyarakat yang hendak mengurus pengaktifan kembali kartu BPJS Kesehatan mereka pasca penonaktifan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) atau JKN yang dibiayai pemerintah daerah (PBI) per akhir tahun lalu.
Banyak warga yang sebelumnya menikmati layanan kesehatan gratis, kini harus beralih ke jalur mandiri agar tetap mendapatkan jaminan kesehatan.
Momen hadirnya layanan keliling di tingkat kecamatan ini pun dimanfaatkan warga agar tidak perlu jauh-jauh datang ke Kantor BPJS di ibu kota Kabupaten Batang.
Salah satu warga Desa Sentul, Kecamatan Gringsing, Ahmad Muttaqin, mengaku sengaja datang untuk mengurus BPJS milik neneknya.
Ia menuturkan bahwa kartu jaminan kesehatan sang nenek tiba-tiba tidak bisa digunakan.
"Tadinya aktif, tapi per tanggal akhir tahun ini sudah nggak aktif lagi. Disuruh pindah ke BPJS Mandiri," ujar Ahmad saat ditemui di lokasi.
Ahmad mengetahui adanya layanan keliling ini dari Kepala Dusun (Kadus) di desanya. Menurutnya, perubahan status dari PBI ke Mandiri ini memerlukan pembaruan administrasi kependudukan yang cukup rumit.
Ia harus merevisi Kartu Keluarga (KK) terlebih dahulu karena dalam KK lama masih tercantum nama anggota keluarga yang sudah meninggal dunia.
"Ini belum selesai, soalnya KK-nya masih ada (nama) yang sudah meninggal. Jadi saya harus buat surat kematian dulu dan KK mau dirubah lagi," jelasnya.
Kendati proses administrasinya bertahap, Ahmad merasa sangat terbantu dengan adanya layanan BPJS yang turun langsung ke Kecamatan Gringsing.
Jarak Gringsing ke pusat Kabupaten Batang yang cukup jauh menjadi kendala tersendiri bagi warga jika harus mengurus langsung ke kantor cabang induk.
"Dikasih tahu Pak Kadus pas ada jadwal hari ini di Gringsing. Kalau pas waktu nggak ada acara di sini, kita disuruh ke Batang. Berhubung di sini ada, ya pilih yang lebih dekat saja," tambahnya.
Meski antrean cukup banyak, Ahmad mengaku pelayanan yang diberikan cukup cepat dan responsif.
Warga berharap layanan jemput bola seperti ini bisa lebih sering dilakukan, mengingat banyaknya warga Batang yang terdampak penonaktifan UHC dan harus segera memigrasikan kepesertaannya menjadi mandiri.
Sementara itu, Camat Gringsing Ridho Kurniawan menjelaskan bahwa ada 80 warga yang memanfaatkan layanan kali ini.
Sebanyak 70 persen memanfaatkan layanan untuk mengaktifkan kepesertaan dari PBI mandiri. Mereka didominasi peserta yang sering memanfaatkan layanan kesehatan.
"70 persen yang hadir mengaktifkan kepesertaan dari PBI ke mandiri didominasi oleh peserta yang sakit sering kontrol," ucapnya.
Ia menyebutkan, aktivasi peserta dari non-aktif kurang dari satu bulan bisa langsung aktif. Sementara yang lebih dari satu bulan harus menunggu 14 hari kerja untuk bisa aktif kembali.
"BPJS keliling sendiri program untuk seluruh kabupaten. Jadwal di Kecamatan Gringsing 2 Minggu sekali," imbuhnya.
Menurutnya, layanan ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Mereka merasa terbantu karena bisa mengurus berbagai hal terkait kepesertaan BPJS Kesehatan.
Apalagi tidak perlu jauh-jauh lagi ke kantor BPJS Kesehatan di Batang Kota yang jaraknya sekitar 40 kilometer.
"Layanan ini sangat membantu masyarakat di Kecamatan Gringsing, warga tidak perlu jauh-jauh ke kantor BPJS di Batang Kota. Apalagi Gringsing merupakan kecamatan paling timur," tandasnya. (yan)
Editor : Ida Nor Layla