Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kartu JKN Sempat Nonaktif, Warga Pemalang Terbantu Layanan PANDAWA saat Persalinan Istri

Riyan Fadli • Rabu, 21 Januari 2026 | 16:55 WIB
Warga Pemalang Terbantu Layanan PANDAWA saat Persalinan Istri.
Warga Pemalang Terbantu Layanan PANDAWA saat Persalinan Istri.

METROPEKALONGAN.COM, Pemalang – Kebahagiaan menyelimuti pasangan Mohamad Akbar, 23, dan Nur Laila, 26. Buah hati pertama mereka lahir dengan selamat di RS Prima Medika, Senin 19 Januari 2026.

Meski sempat dilanda kecemasan karena status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tidak aktif, proses persalinan tetap berjalan lancar berkat solusi peralihan ke JKN Mandiri. 

Akbar, warga Kabupaten Pemalang, awalnya tercatat sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang dibiayai Pemerintah Daerah (Pemda). 

Namun, sesampainya di rumah sakit, ia baru mengetahui bahwa status kepesertaan JKN-nya terkena penonaktifan. Hal ini sempat membuatnya khawatir mengingat biaya persalinan yang tidak sedikit.

Beruntung, pihak RS Prima Medika segera memberikan edukasi solutif. Akbar diarahkan untuk melakukan pengaktifan kembali kepesertaan melalui mekanisme peralihan ke segmen peserta mandiri.

“Waktu datang ke rumah sakit, kartu JKN saya ternyata tidak aktif. Tapi petugas rumah sakit langsung menjelaskan cara mengaktifkannya kembali lewat peralihan mandiri,” ungkap Akbar.

 

Mudahnya Layanan PANDAWA

Proses peralihan status kepesertaan tersebut ternyata sangat praktis dan cepat karena dilakukan secara daring melalui layanan WhatsApp PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp).

Akbar mengaku hanya perlu mengirimkan data yang dibutuhkan tanpa harus meninggalkan istrinya di rumah sakit. 

“Cukup mengirim data melalui WhatsApp, kemudian kami menerima virtual account untuk pembayaran. Setelah dibayar, kepesertaan langsung aktif tanpa perlu datang ke kantor,” jelasnya.

Baca Juga: JKN Lindungi Kesehatan Keluarga untuk Masa Depan yang Lebih Tenang

Sebelum persalinan, Akbar dan istri sebenarnya rutin memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan untuk kontrol kehamilan.

Menurutnya, seluruh rangkaian pemeriksaan medis selalu berjalan tanpa kendala.

“Selama kehamilan, istri saya rutin melakukan kontrol kehamilan menggunakan BPJS Kesehatan. Pelayanannya berjalan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.

 

Pelayanan IGD Tetap Responsif 

Meski sempat terkendala status aktifasi, Akbar mengapresiasi respons cepat tenaga medis. Saat sang istri harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), penanganan dilakukan dengan sigap tanpa membedakan status pasien.

“Begitu masuk IGD, langsung dilayani dan langsung dapat kamar. Pelayanannya baik dan nyaman, tidak ada perbedaan sama sekali,” tegasnya.

Bagi Akbar, fleksibilitas peralihan ke peserta mandiri menjadi solusi krusial dalam kondisi darurat medis.

Mekanisme ini memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan segera. 

“Kalau ada BPJS Kesehatan, kita jadi lebih tenang. Tidak perlu memikirkan biaya persalinan yang mahal,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan Program JKN sangat vital dalam memberikan rasa aman bagi keluarga kecilnya.

Akses layanan kesehatan tetap terjaga berkat kemudahan administrasi yang ditawarkan BPJS Kesehatan. 

“Dengan adanya BPJS Kesehatan, kami merasa lebih aman dan nyaman. Kami juga tidak perlu memikirkan biaya persalinan yang besar,” pungkasnya. (yan/ida) 

Editor : Ida Nor Layla
#pemalang #Pandawa #bpjs kesehatan #pekalongan